Show simple item record

dc.contributor.authorPramono, Ichsan
dc.date.accessioned2026-06-10T03:29:09Z
dc.date.available2026-06-10T03:29:09Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/63343
dc.description.abstractJakarta sebagai ibukota Indonesia menjadi kota yang sering dilanda kemacetan, salah satu faktor penyebabnya adalah parkir liar di tepian jalan. Sebagai salah satu solusi konkret yang dapat diusulkan dalam kasus parkir liar ini, adalah dengan pembangunan gedung parkir. Desain gedung, diharapkan dapat memiliki ruang yang cukup luas agar dapat memberi kenyamanan kendaraan mobil yang parkir. Desain seperti ini, akan membutuhkan balok yang mempunyai bentang panjang. Untuk perencanaan balok bentang panjang, dapat menggunakan beton prategang, agar dimensi balok rencana akan lebih kecil dan langsing dibandingkan dengan beton bertulang. Dalam mengidentifikasi kerentanan bangunan terhadap gempa, perlu untuk mempertimbangkan faktor kondisi tanahnya. Pemodelan struktur beserta tanah disekelilingnya, kemudian melihat respon struktur tersebut terhadap gempa, akan lebih mendekati kenyataan, dibandingkan dengan memodelkan perletakan sebagai jepit tanpa memperhatikan efek dari kondisi tanahnya. Berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut, maka dalam tugas akhir ini, dilakukan penelitian tentang desain gedung parkir bentang panjang yang ditinjau pada kondisi tanah lunak dan sedang, yang kemudian dilihat perilaku strukturnya terhadap beban gempa. Geometri struktur didesain sedemikian, kemudian dimodelkan dengan menggunakan program SAP2000, dimana pondasi dimodelkan sebagai perletakan jepit beserta kondisi tanah di sekelilingnya. Variasi yang dimodelkan mencakup struktur pada kondisi tanah lunak (varian 1) dan struktur pada kondisi tanah sedang (varian 2). Hasil dari analisis tersebut secara umum dapat diambil kesimpulan bahwa jika berdasarkan hasil gaya-gaya dalam struktur, varian 1 memberikan hasil yang lebih besar daripada varian 2 dengan rasio sebesar 15,3783 %. Jika berdasarkan hasil desain tulangan struktur, varian 1 memberikan hasil yang lebih besar daripada varian 2 dengan rasio sebesar 5,3031 %. Jika berdasarkan perilaku simpangan struktur, varian 1 memberikan nilai yang lebih besar daripada varian 2 dengan rasio sebesar 32,4557 %. Jika berdasarkan perilaku story drift yang terjadi, varian 1 memberikan nilai yang lebih besar daripada varian 2 dengan rasio sebesar 31,6908 %. Pengaruh dari kekangan tanah pada kondisi tanah lunak menghasilkan nilai yang lebih besar daripada kondisi tanah sedang. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh dari kondisi tanah terhadap beban gempa pada analisis struktur yang telah dilakukan.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectStruktur Bentang Panjangen_US
dc.subjectKondisi Tanahen_US
dc.subjectPerilaku Strukturen_US
dc.titleStudi Perbandingan Struktur Gedung Parkir Bentang Panjang terhadap Beban Gempa pada Kondisi Tanah Sedang dan Lunak (Study of Long-Span Parking Building Structures Comparison Due to Earthquake Load in the Medium and Soft Soil Conditions)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM11511003


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record