Perilaku Merokok Remaja Ditinjau dari Persepsi terhadap Merokok dan Konformitas
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan antara perilaku merokok dengan persepsi terhadap merokok dan konformitas. Dugaan atau hipotesis awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara perilaku merokok dengan persepsi terhadap merokok dan ada hubungan positif antara perilaku merokok dan konformitas di kalangan remaja. Semakin positif persepsi terhadap merokok dan semakin tinggi konformitas maka semakin tinggi perilaku merokok. Sebaliknya, semakin negatif persepsi terhadap merokok dan semakin rendah konformitas maka semakin rendah perilaku merokok pada remaja. Subjek dalam penelitian ini adalah para remaja dengan rentang usia antara 12 sampai dengan 21 tahun, merupakan pelajar SMP, SMA, maupun lulusan sekolah, berjenis kelamin laki-laki, merupakan perokok, dan sebagian besar berdomisili di Kota Yogyakarta. Teknik pengambilan subjek yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode incidental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket dengan metode skala yang terdiri dari tiga skala, yaitu (1) Skala Perilaku Merokok yang mengacu pada aspek yang dikemukakan oleh Laventhal dan Cleary (Indirawati & Nashori, 2007), (2) Skala Persepsi terhadap Merokok yang merupakan hasil modifikasi skala persepsi terhadap merokok dari Cahyani (1995) berdasarkan pada kriteria persepsi terhadap merokok menurut Laventhal dan Cleary (1980), dan (3) Skala Konformitas yang disusun berdasarkan teori dari Turner (Surya, 1999) yang memuat dua aspek, yaitu aspek informasional dan aspek normatif. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik korelasi Product Moment dari Pearson. Perhitungannya dilakukan dengan program komputer SPSS 12.0 for Windows. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara persepsi terhadap merokok dengan perilaku merokok remaja (rxy = 0,829; p = 0,000), dan ada hubungan positif antara konformitas dengan perilaku merokok remaja (rxy = 0,441; p = 0,000). Hal ini berarti bahwa semakin positif persepsi remaja terhadap merokok maka semakin tinggi perilaku merokok, dan semakin tinggi konformitas maka semakin tinggi perilaku merokok remaja. Begitu pula sebaliknya. Sumbangan efektif yang diberikan variabel persepsi terhadap merokok dan konformitas terhadap variabel perilaku merokok adalah masing-masing sebesar 68,8% dan 19,5%.
Collections
- Psychology [550]
