• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Industrial Technology
    • Industrial Engineering
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perancangan Perbaikan Kualitas pada Proses Produksi Cover Roof Rack Menggunakan Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) (Studi Kasus di PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri)

    Thumbnail
    View/Open
    10522210 .pdf (5.027Mb)
    Date
    2014
    Author
    Setiyaningsih, Yulia
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur mould (cetakan). Beberapa produk unggulan PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri saat ini diantaranya adalah mould dan spare part serta plastik injeksi. Plastik injeksi adalah produk yang terbuat dari plastik, baik produk untuk kebutuhan rumah tangga, makanan dan minuman, elektronik, otomotif, serta peralatan lain yang terbuat dari material plastik. Penelitian ini difokuskan pada poduk plastik injeksi berupa cover roof rack. PT Yogya Presisi Tehnikatama Industri berusaha dapat memenuhi kepuasan pelanggan dan dapat menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan melakukan perbaikan secara terus menerus terhadap produk yang dihasilkan. Agar dapat memenuhi kepuasan pelanggan dan dapat meningkatkan kualitas maka perusahaan memerlukan pengendalian kualitas dengan melakukan perbaikan secara terus menerus agar proses produksi dapat berjalan dengan lancar. Penelitian ini mengimplementasikan metode Six Sigma dan Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), dimana Six Sigma mengukur tingkat kecacatan melalui tahapan define, measure, analyze, improve, dan control. Dari metode ini kemudian dianalisis penyebab kecacatan produk dengan menggunakan tools didalam Six Sigma. Kemudian jenis cacat tersebut digunakan dalam analisis FMEA. Dari hasil analisis FMEA didapatkan nilai urutan RPN tertinggi yang akan menjadi prioritas perbaikan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tingkat kecacatan produk cover roof rack masih cukup tinggi dengan nilai tingkat sigma sebesar 3,22 dan menghasilkan 42.367 cacat per sejuta kemungkinan dengan variabel yang diteliti adalah berat cover roof rack. Trend pola data DPMO menunjukkan masih terdapat variasi proses yang naik turun sepanjang periode. Jenis cacat pada cover roof rack adalah silver, scracth, short short, sinmark dan overcut. Dari hasil analisis FMEA, diketahui bahwa resiko kegagalan terbesar terjadi pada prosedur pemanasan atau pengeringan material. Untuk usulan perbaikannya adalah melakukan pengawasan secara intensif dengan menempatkan operator pada proses pemanasan material untuk mengatur waktu atau suhu pemanasan material, melakukan perawatan atau pengecekan mesin secara rutin setiap satu hari sekali, melakukan pemeriksaan setting an mesin injeksi terlebih dahulu sebelum proses produksi dimulai, memberikan waktu istirahat yang cukup dan selalu menjaga komunikasi dengan memberikan motivasi serta bonus bagi operator yang telah bekerja dengan teliti,membuat rotasi pekerjaan, dan memberikan pelatihan kepada operator terutama pada operator baru diluar jam kerja.
    URI
    https://dspace.uii.ac.id/123456789/63318
    Collections
    • Industrial Engineering [2933]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV