| dc.description.abstract | Perancangan Creative Hub di Kawasan Kota Lama Semarang dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan
fasilitas yang mampu mewadahi aktivitas pelaku ekonomi kreatif (Kuliner, Musik, dan Fashion) di Kota
Semarang. Kawasan Kota Lama Semarang dipilih sebagai lokasi perancangan karena telah ditetapkan
melalui regulasi sebagai zona strategis pengembangan ekonomi kreatif berbasis sejarah dan budaya.
Metode perancangan dilakukan melalui kajian literatur mengenai tipologi ruang kreatif berdasarkan
buku Designing Creative Space oleh Katja Thoring serta penerapan prinsip arsitektur kontekstual yang
mengacu pada teori Responsive Environments oleh Bentley dkk. Selain itu, dilakukan observasi
terhadap 21 bangunan di sepanjang Jalan Letjen Suprapto, Kawasan Kota Lama Semarang, untuk
mengidentifikasi pola tata massa, fasad, bukaan, material, dan ketinggian bangunan sebagai dasar
perumusan strategi desain kontekstual.
Perancangan ini bertujuan untuk menghasilkan tata ruang Creative Hub yang mampu mengakomodasi
kebutuhan ruang kreatif bagi subsektor kuliner, musik, dan fesyen. sekaligus merancang bentuk serta
fasad bangunan Creative Hub yang sesuai dan selaras dengan karakter visual, skala, dan nilai sejarah
Kawasan Kota Lama Semarang melalui penerapan prinsip arsitektur kontekstual. | en_US |