Show simple item record

dc.contributor.authorPutra, Ajriya Laksana
dc.date.accessioned2026-06-08T04:16:29Z
dc.date.available2026-06-08T04:16:29Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63312
dc.description.abstractStasiun Tasikmalaya merupakan stasiun besar yang memiliki peran strategis dalam menunjang konektivitas wilayah antardaerah di jalur selatan dengan tren peningkatan jumlah penumpang dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan jumlah pengguna jasa tersebut menuntut perbaikan kualitas pelayanan stasiun, khususnya dari aspek ketersediaan, fungsi, dan kinerja fasilitas fisik. Pemerintah telah menetapkan Standar Pelayanan Minimum (SPM) melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 63 Tahun 2019 sebagai acuan mutu pelayanan publik di sektor perkeretaapian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kesesuaian dan kinerja fasilitas fisik Stasiun Tasikmalaya berdasarkan SPM, menganalisis persepsi pengguna jasa terhadap kinerja fasilitas menggunakan metode Importance Performance Analysis (IPA), menentukan prioritas perbaikan fasilitas fisik, serta merencanakan dimensi peron yang diperlukan untuk menunjang pelayanan penumpang. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan analisis IPA. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan kondisi eksisting fasilitas fisik stasiun terhadap ketentuan SPM serta penyebaran kuesioner kepada pengguna jasa Stasiun Tasikmalaya. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik untuk memperoleh gambaran objektif mengenai tingkat kepentingan dan kinerja setiap atribut pelayanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 23 atribut pelayanan telah terpenuhi, 9 masih berada pada kategori sebagian terpenuhi, dan 1 atribut tidak terpenuhi yang didominasi oleh aspek keselamatan dan kesetaraan, khususnya fasilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus. Hasil analisis IPA menunjukkan bahwa atribut celah dan ketinggian peron serta aksesibilitas difabel memiliki tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah sehingga menjadi prioritas utama perbaikan. Berdasarkan hasil evaluasi, direncanakan alternatif dimensi peron dengan lebar 1,65 meter pada Peron 1 dan 5,1 meter pada Peron 2 serta tinggi peron 1 meter dari kepala rel.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectFasilitasen_US
dc.subjectIPAen_US
dc.subjectKinerjaen_US
dc.subjectPelayananen_US
dc.subjectStasiun Tasikmalayaen_US
dc.titleEvaluasi Kinerja Fasilitas Fisik Stasiun Tasikmalaya Berdasarkan Standar Pelayanan Minimum dan Metode Importance Performance Analysisen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21511055


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record