Show simple item record

dc.contributor.authorRustanto, Gito
dc.contributor.authorKurniawan, Dodi
dc.date.accessioned2026-06-08T04:08:04Z
dc.date.available2026-06-08T04:08:04Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63308
dc.description.abstractPencelupan kain campuran Polyester/Rayon memerlukan perlakuan khusus karena perbedaan sifat fisik dan kimia kedua jenis serat tersebut. Polyester bersifat hidrofobik dan memerlukan zat warna disperse pada suhu tinggi, sedangkan Rayon bersifat hidrofilik dan memerlukan zat warna reaktif pada kondisi tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proses pencelupan kain Polyester/Rayon 65/35% menggunakan metode satu larutan one bath two step pada mesin Monforts E-Control dan Kyoto Pad Steam. Variabel proses yang dikaji meliputi suhu thermofiksasi (170°C, 190°C, 210°C), wet pick up (WPU) sebesar 55%, 65%, 70%, serta pH larutan sebesar 3,5; 4,5; 5,5. Evaluasi hasil pencelupan dilakukan melalui pengujian kerataan warna, ketuaan warna (color strength), perbedaan warna (ΔE), serta ketahanan luntur warna (TLW) terhadap pencucian dan gosokan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu 210°C dengan WPU 70% dan pH 4,5 merupakan kondisi proses optimum yang menghasilkan nilai ΔE terendah (0,06), nilai ketuaan warna mendekati standar (100,46%), serta kerataan dan ketahanan luntur warna yang baik. Metode one bath two step terbukti mampu meningkatkan efisiensi proses pencelupan tanpa menurunkan kualitas warna kain polyester/rayon 65/35%.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectPolyester/Rayonen_US
dc.subjectPencelupanen_US
dc.subjectone bath two stepen_US
dc.subjectMonforts E-Controlen_US
dc.subjectKyoto Pad Steamen_US
dc.titlePencelupan Kain Polyester/Rayon 65/35% dengan menggunakan Metode Satu Larutan One Bath Two Step Pada Mesin Monforts E-control Dan Kyoto Pad Steamen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM24526016
dc.Identifier.NIM24526017


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record