Implikasi Distribusi Gaya Horisontal Dinamik Respons Spektrum terhadap Desain Bangunan Tahan Gempa (Implications of Horizontal Force Distribution by Dynamic Response Spectrum to Earthquake Resistant Design of Multistory Building)
Abstract
Sebagian wilayah Indonesia merupakan daerah yang mempunyai tingkat resiko gempa bumi yang tinggi karena dikelilingin oleh empat lempeng tektonik dunia. Yogyakarta adalah salah satu daerah di Indonesia yang sering terjadi gempa, gempa yang selalu diingat masyarakat jogja adalah gempa pada tanggal 27 mei 2014 yang merusak bangunan dengan kerusakan yang sangat parah. Cara menanggulangi kerusakan bangunan adalah dengan mendesain bangunan tahan gempa berdasarkan peraturan yang berlaku. SNI 03-1726-2012 adalah peraturan gempa baru yang menggantikan peraturan sebelumnya dalam mendesain bangunan tahan gempa. Pembebanan gempa untuk bangunan lebih dari 40 m atau 10 tingkat perencanaan beban gempa bukan hanya beban gempa statik ekuivalen, tetapi juga harus memperhitungkan beban gempa dinamik, namun belum ada kejelasan pada bangunan berapa tingkat batasan pemakain metode ekuivalen statik peralihannya terhadap metode respon spektrum, sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui berapa tingkat peralihan beban gempa statik terhadap beban gempa dinamik serta pengaruhnya terhadap desain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa tingkat pemakain metode ekuivalen statik peralihannya terhadap metode dinamik respon spektrum dan seperti apa distribusi horisontal gaya gempa metode respon spektrum dengan metode statik ekuivalen serta pengaruhnya terhadap desain bangunan gedung tahan gempa. Struktur yang digunakan dalam penelitian ini adalah struktur dengan 2 dimensi dengan variasi jumlah tingkat 10, 12 dan 15 tingkat dengan tinggi tiap tingkat 4 m. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa beban dinamik respons spektrum lebih besar pada bangunan lebih dari 10 tingkat, hal ini dapat dilihat dari perbandingan gaya geser dasar V yang signifikan. Gaya geser tingkat pada tingkat – tingkat atas berdasarkan metode respons spektrum cenderung lebih kecil daripada yang berdasarkan ekuivalen statik, tetapi kebalikannya pada tingkat – tingkat bawah. Gaya geser dasar untuk bangunan 10-tingkat berdasarkan respons spektrum masih relatif dekat atau hampir sama dengan ekuivalen statik, namun demikian pada bangunan yang lebih tinggi gaya geser dasar respons spektrum lebih besar dari pada ekuivalen statik. Secara umum gaya geser tingkat pada tingkat – tingkat bawah berdasarkan ekuivalen statik cenderung underestimate. Akibat beban gempa dinamik respon spektrum luas tulangan balok meningkat 26,67% pada tingkat bawah, dan menurun 22,22% pada tingkat atas, luas tulangan geser meningkat 16,67% pada tingkat bawah, dan menurun 11,11% pada tingkat atas, rasio tulangan kolom meningkat sebesar 0,49% pada tingkat bawah dan cenderung sama pada tingkat atas. Luas tulangan geser kolom meningkat 40% pada tingkat bawah, dan menurun 40% pada tingkat atas, luas tulangan BCJ meningkat 17,65% pada tingkat bawah dan sama pada tingkat atas dibandingkan beban gempa statik ekuivalen.
Collections
- Civil Engineering [4800]
