| dc.description.abstract | Piramida Adapter merupakan komponen penting dalam sistem
prostesis ekstremitas bawah yang berfungsi menghubungkan socket dengan
pylon serta menyalurkan beban aksial, torsi, dan momen fleksi selama
aktivitas berjalan. Umumnya, desain piramida adapter menggunakan empat
baut sebagai pengikat utama. Namun, secara prinsip mekanika, tiga titik
sudah cukup untuk mendefinisikan bidang dan menahan rotasi (statically
determinate system). Penelitian ini bertujuan membandingkan efisiensi
struktur antara konfigurasi tiga baut dan empat baut pada piramida adapter
prostesis transfemoral berdasarkan distribusi beban, kekakuan torsi, dan
umur lelah material. Metode penelitian meliputi analisis elemen hingga
(Finite Element Analysis/FEA) untuk memetakan distribusi tegangan von-
Mises, serta pengujian struktur mengacu pada standar ISO 10328 guna
menilai kekuatan dan ketahanan komponen. Hasil simulasi menunjukkan
bahwa konfigurasi tiga baut dengan pola segitiga (120°) memiliki distribusi
gaya lebih merata dan kecenderungan konsentrasi tegangan lebih rendah
dibanding konfigurasi empat baut. Secara praktis, penggunaan tiga baut juga
berpotensi menurunkan berat komponen dan mempermudah proses perakitan
tanpa mengurangi kestabilan struktural.
Dapat disimpulkan bahwa konfigurasi tiga baut memiliki efisiensi
struktural yang lebih baik dibanding empat baut, terutama dalam hal distribusi
beban torsi dan stabilitas bidang, sehingga berpotensi menjadi alternatif
desain piramida adapter yang lebih ringan dan ekonomis untuk prostesis
transfemoral. | en_US |