Desain Sistem Pengadaan Bahan Baku Berkelanjutan Pada Produk Makanan
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem pengadaan bahan baku
berkelanjutan pada UMKM pengolah produk pangan berbasis ikan, khususnya
produsen otak-otak di Tanjungpinang, sebagai respons terhadap penurunan
ketersediaan ikan dan ketidakstabilan produksi yang berpotensi mengganggu
keberlanjutan usaha. Pendekatan deskriptif kuantitatif diterapkan melalui analisis
benchmarking dan SEM-PLS untuk mengidentifikasi faktor ekonomi, sosial, dan
lingkungan yang paling berpengaruh dalam perancangan sistem, dengan mengacu
pada Peraturan LKPP Nomor 157 Tahun 2024. Data dikumpulkan dari 40 UMKM
melalui kuesioner, wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa aspek ekonomi, terutama penerapan biaya siklus hidup dan
perencanaan produksi, masih memiliki tingkat ketercapaian yang rendah sehingga
perlu menjadi prioritas dalam desain sistem pengadaan. Sebaliknya, dimensi sosial
dan lingkungan menunjukkan kinerja yang relatif baik, khususnya pada keterlibatan
masyarakat, pengelolaan limbah dan penggunaan kemasan ramah lingkungan,
sehingga dapat menjadi fondasi utama dalam pengembangan sistem. Analisis lebih
lanjut mengindikasikan bahwa praktik pemilihan pemasok hijau dan strategi
sumber pasok alternatif masih belum terintegrasi secara optimal dalam proses
pengadaan. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merumuskan desain sistem
pengadaan bahan baku berkelanjutan yang mengintegrasikan pemilihan pemasok,
perencanaan kebutuhan bahan baku, serta kepatuhan sosial dan lingkungan dalam
satu kerangka terpadu. Sistem yang diusulkan menekankan kejelasan standar
pengadaan, indikator kinerja pemasok yang terukur, serta kolaborasi terstruktur
dalam rantai pasok untuk menjamin ketersediaan bahan baku sekaligus
meminimalkan risiko lingkungan dan sosial. Desain ini diharapkan dapat menjadi
panduan praktis bagi UMKM dalam beralih dari pola pembelian reaktif menuju
pengadaan yang strategis dan berorientasi pada keberlanjutan guna meningkatkan
ketahanan operasional dan keberlangsungan usaha jangka panjang.
