| dc.description.abstract | Peningkatan aktivitas Rumah Pemotongan Ayam (RPA) menghasilkan limbah organik
berupa bulu ayam dan jeroan dalam jumlah besar yang berpotensi menimbulkan
permasalahan lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik. Di sisi lain, limbah tersebut
masih memiliki kandungan nutrisi yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku alternatif
pakan ikan lele. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penciptaan nilai (value
creation) pemanfaatan limbah bulu ayam dan jeroan sebagai pakan lele dalam konsep
zero waste serta merumuskan strategi pengelolaannya secara berkelanjutan. Penelitian
dilakukan pada Rumah Pemotongan Ayam X dengan pendekatan deskriptif kuantitatif.
Metode yang digunakan meliputi Value Chain Analysis untuk mengidentifikasi aktivitas
penciptaan nilai, VRIO Analysis untuk mengevaluasi potensi keunggulan bersaing, serta
Cost Benefit Analysis untuk menilai kelayakan ekonomi pemanfaatan limbah.
Selanjutnya, hasil ketiga metode tersebut diintegrasikan menggunakan TOWS Matrix
guna merumuskan strategi pengembangan yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pemanfaatan limbah bulu ayam dan jeroan mampu menciptakan nilai tambah
melalui efisiensi aktivitas rantai nilai dan pengurangan biaya pakan. Berdasarkan analisis
VRIO, sumber daya limbah bersifat bernilai dan terorganisasi, meskipun keunggulan
bersaing yang dihasilkan masih bersifat sementara. Hasil Cost Benefit Analysis
menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah layak secara ekonomi dengan nilai NPV positif
dan BCR lebih besar dari satu. Strategi pengembangan yang paling sesuai berada pada
kuadran Strength–Opportunity (SO) dengan menekankan optimalisasi limbah internal
dan penguatan konsep zero waste. | en_US |