Evaluasi Keterlambatan Proyek Menggunakan Metode Konsep Nilai Hasil (Studi Kasus Proyek Pembangunan Jembatan Bali Rejo Kota Yogyakarta)
Abstract
Pengendalian biaya dan waktu merupakan bagian dari manajemen konstruksi secara keseluruhan. Selain penilaian dari segi kualitas, prestasi suatu proyek dapat pula dinilai dari segi biaya dan waktu. Dalam tahap pelaksanaan suatu proyek tidak jarang mengalami kendala yang mengakibatkan keterlambatan. Berkaitan dengan hal tersebut maka perlu diadakannya suatu pengukuran kinerja dilapangan yang bertujuan mengetahui penyimpangan dan keterlambatan. Penelitian ini mengukur kinerja proyek menggunakan konsep nilai hasil pada Proyek Pembangunan Jembatan Balirejo Yogyakarta. Dengan mencari data proyek meliputi Budgeted Cost Work Schedule (BCWS), Budgeted Cost Work Performed (BCWP), Actual Cost Work Performed (ACWP). Dengan menggunakan bantuan microsoft excel, data digunakan untuk mendapatkan Cost Varian (CV), Schedule Varian (SV), Cost Performance Index (CPI), Schedule Performance Index (SPI) serta dapat memprediksi penyelesaian waktu akhir proyek (ECD) dan Perkiraan Biaya Penyelesaian Proyek (EAC). Hasil analisis terhadap biaya dan waktu pada proyek Pembangunan Jembatan Balirejo Yogyakarta adalah Nilai Indeks Kinerja Biaya (CPI) = 0,9562 < 1, Nilai Indeks Kinerja Jadwal (SPI) = 0,8967 < 1, Perkiraan Biaya Penyelesaian Proyek (EAC) adalah sebesar Rp 3.568.040.284,13 yang berarti biaya penyelesaian proyek mengalami penambahan biaya proyek sebesar 4,58% serta Perkiraan Waktu Penyelesaian Proyek (Estimasi At Compleation Date) selama 23 Minggu yang berarti proyek akan mengalami keterlambatan 1 minggu.
Collections
- Civil Engineering [4800]
