Pengaruh Tipe Pisau Mesin Pencacah Sampah Terhadap Kualitas dan Kuantitas Hasil Cacahan Refuse-derived Fuel (RDF)
Abstract
Timbulan sampah di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 34,21 juta ton, di mana 19,74% atau sekitar 6,75 juta ton merupakan sampah plastik yang sulit terurai. Tingginya angka timbulan sampah tersebut mendorong kebutuhan teknologi pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy), salah satunya melalui produksi Refuse-Derived Fuel (RDF) sebagai bahan bakar alternatif bagi industri semen dan pembangkit listrik. Salah satu tahapan penting dalam produksi RDF adalah proses pencacahan, dimana performa mesin sangat dipengaruhi oleh jenis pisau yang digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tiga jenis bahan pisau serta pengaruh kadar air sampah (<30% dan 30-50%) terhadap kapasitas pencacahan, homogenitas ukuran cacahan, ketahanan pisau, dan biaya produksi pisau.
Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan total 18 uji coba (3 tipe pisau x 2 kadar air x 3 ulangan). Variabel terikat meliputi kapasitas produksi (kg/jam), homogenitas cacahan <5 cm, kehilangan massa pisau, serta biaya produksi per jenis pisau. Pengujian laboratorium untuk RDF dilakukan terhadap kadar air, nilai kalor, kadar abu, volatile matter, dan fixed carbon mengacu pada SNI 9313:2024. Uji statistik mencakup analisis deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, serta ANOVA dua arah untuk menilai signifikansi perbedaan antar perlakuan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pisau mesin pencacah tipe baja SUB 9 menghasilkan kapasitas pencacahan tertinggi (238,05 kg/jam) dan homogenitas terbaik (95,96%), meskipun hasil ANOVA menunjukkan tidak terdapat pengaruh signifikan baik dari tipe pisau maupun kadar air (p>0,05). Pengujian keausan menunjukkan bahwa baja SUB 9 dan SKS 3 memiliki sisa ujung pisau volume tertinggi (99,62-99,82% ) . Biaya produksi paling rendah yaitu sebesar Rp 1.892.426 pada piasu baja SUB 9. Hasil uji kualitas RDF menunjukkan kadar air 10,6% dan nilai kalor 4.360 kcal/kg memenuhi standar SNI, namun kadar abu 20,9% sedikit melebihi batas maksimum.
