| dc.description.abstract | Hiperlipidemia merupakan faktor resiko terbesar dalam pembentukan aterosklerosis hingga berkembang menjadi penyakit kardiovaskuler. Terdapat korelasi positif antara kejadian aterosklerosis koroner dan peningkatan kadar kolesterol LDL plasma. Bayam merah merupakan salah satu tanaman obat yang diketahui memiliki aktivitas terhadap penurunan kadar kolesterol. Salah satu kandungan senyawa dari bayam merah yang berpotensi menurunkan kadar kolesterol adalah flavonoid. Proses standardisasi diperlukan untuk menjamin mutu dan keamanan serta mengetahui identitas tanaman obat yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terstandar terhadap penurunan kadar LDL tikus jantan galur Wistar yang diinduksi poloxamer dan propiltiourasil. Sampel dalam penelitian ini adalah 30 ekor tikus Wistar jantan berusia 2 – 3 bulan yang terbagi secara acak dalam 6 kelompok perlakuan meliputi kontrol normal, kontrol negatif yang diberi induksi poloxamer dan propiltiourasil, kontrol positif yang diberikan induksi poloxamer dan propiltiourasil serta terapi simvastatin, dan kelompok variasi dosis ekstrak pada masing – masing kelompok yakni 200mg/kgBB, 400mg/kgBB, dan 800mg/kgBB tikus serta diberikan poloxamer dan propiltiourasil. Ekstrak etanolik daun bayam merah yang digunakan telah melalui uji standardisasi berdasarkan parameter spesifik dan non-spesifik. Penentuan penurunan kadar LDL dilakukan dengan metode CHOD-PAP. Hasil yang diperoleh menunjukkan pemberian ekstrak etanolik bayam merah (Amaranthus tricolor L.) terstandar pada dosis 800mg/kgBB dapat menurunkan kadar LDL yang signifikan secara statistik terhadap kelompok normal dan kelompok negatif pada tikus Wistar jantan yang diinduksi poloxamer dan propiltiourasil. | en_US |