| dc.description.abstract | Kurva belajar adalah kurva yang menunjukkan hubungan antara waktu dan jumlah komulatif unit yang diproduksi yang merupakan deskripsi matematis dari performansi pekerja dalam melakukan pekerjaan yang berulang-ulang. Permasalahan yang dihadapi adalah terjadinya perbedaan tingkat kinerja sebelum dan sesudah istirahat yang berdampak pada penjadwalan produksi perusahaan. Penelitian ini akan dilakukan pada industri garmen yang bertujuan memprediksi penjadwalan produksi menggunakan kurva belajar dan kelupaan perusahaan. Adapun hasil yang dicapai adalah pada proses pembuatan tutup saku presentase kurva belajar sebesar 76,05%. Pada proses pembuatan saku sebesar 89,06%. Proses pembuatan blekser luar sebesar 98,46%. Proses pembuatan body belakang sebesar 59,32%. Proses pembuatan blekser dalam sebesar 87,29%. Proses pembuatan lengan sebesar 72,02%. Proses pembuatan krah sebesar 94,5%. Proses obras sebesar 87,53%. Proses pemasangan label sebesar 92,49%. Proses pemasangan lengan sebesar 94,09%. Dan yang terakhir, proses kelim bawah 94,49%. Untuk presentase kurva belajar perusahaan didapatkan sebesar 93,24% dan presentase kurva kelupaan perusahaan didapatkan sebesar 92,9612%. Dengan presentase kurva belajar, didapatkan 26 unit pada jam produktif satu hari kerja yang digunakan sebagai dasar penjadwalan produksi. | en_US |