| dc.description.abstract | PT. Yamaha Indonesia adalah perusahaan yang bergerak di bidang manufaktur dengan produk berjenis Upright Piano dan Grand Piano. Sebagai perusahaan besar yang ingin tetap bertahan dalam persaingan, PT Yamaha Indonesia ingin tetap membuat piano yang berkualitas dan meningkatkan skala produksinya. Demi mencapai tujuan tersebut, perusahaan perlu mengurangi pemborosan-pemborosan atau waste yang terdapat di lini produksinya khususnya di divisi sanding panel upright piano (UP) yang memproduksi piano model B1 PE. Pemborosan ini membuat cycle time dan lead time dari divisi sanding panel UP tinggi, sehingga perlu adanya perbaikan agar lini produksi sanding panel UP dapat lebih efektif dan efisien yang akan berdampak pada berkurangnya cycle time dan lead time. Berdasarkan fakta tersebut, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mengimplementasikan lean manufacturing dan tools yang digunakan adalah pendekatan Value Stream Mapping untuk mengidentifikasi waste yang ada dan kaizen untuk penerapan perbaikan. Hasil identifikasi waste dengan Value Stream Mapping didapatkan kategori waste terbanyak adalah motion dan waiting. Selanjutnya dilakukan perbaikan (kaizen) yang berfokus kepada pengurangan waste motion dan waiting. Hasil dari perbaikan tersebut adalah penurunan cycle time yang semula 51.16 menit menjadi 41.90 menit, dengan berkurangnya cycle time membuat work in process atau inventory turun yang semula 32 pcs menjadi 24 pcs dan berdampak pada penurunan lead time yang semula 0.222 hari menjadi 0.167 hari. | en_US |