Show simple item record

dc.contributor.authorAzhari, Fikhy
dc.date.accessioned2026-06-06T08:00:33Z
dc.date.available2026-06-06T08:00:33Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63262
dc.description.abstractPenelitian ini menganalisis implementasi Letter of Intent (LoI) antara Indonesia dan Norwegia dalam upaya pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan melalui tiga instrumen utama, yaitu sistem MRV/NFMS, moratorium izin baru, dan safeguards REDD+. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif berbasis analisis dengan menggunakan teori Politics and Policy Implementation in the Third World oleh Grindle (1980), penelitian ini menelaah keselarasan antara tujuan awal LoI dan capaian implementasinya pada periode 2016–2020, khususnya di Kalimantan Tengah sebagai provinsi percontohan dengan tiga kabupaten yaitu Pulang Pisau, Kapuas, dan Kotawaringin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LoI berkontribusi pada penguatan tata kelola kehutanan melalui peningkatan transparansi data, perbaikan mekanisme pemantauan, serta penguatan koordinasi antar lembaga. Namun, penurunan deforestasi yang terjadi tidak dapat sepenuhnya diatribusikan pada LoI, melainkan juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti kebijakan nasional, dinamika ekonomi, dan penegakan hukum.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectLetter of Intenten_US
dc.subjectDeforestasien_US
dc.subjectImplementasi Kebijakanen_US
dc.subjectIndonesia- Norwegiaen_US
dc.titleKerja Sama Indonesia-norwegia Melalui Letter of Intent (LOI) Dalam Mengatasi Deforestasi di Kalimantan Tengah 2016-2020en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM19323058


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record