| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara stres dengan somatisasi pada santriwati. Asumsi awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah adanya hubungan antara stres dengan somatisasi pada santriwati. Semakin tinggi tingkat stres pada santriwati, maka semakin tinggi pula tingkat somatisasi yang dilakukan.Subjek penelitian merupakan santriwati kelas dua Madrasah Tsanawiyah Pondok Pesantren Muallimaat Yogyakarta dengan karasteristik berumur 12-15 tahun, belum menikah, telah menetap di pesantren selama satu tahun, tidak memiliki riwayat penyakit serius seperti penyakit jantung dan kanker, mengalami somatisasi dalam kategori sedang dan tinggi. Untuk mengetahui tingkat somatisasi peneliti melakukan pengambilan data ke 123 subjek dan yang termasuk dalam kategori sedang dan tinggi berjumlah 61 orang yang merupakan santriwati yang duduk di kelas II. Adapun pengambilan sampel penelitian ini dengan cara mengambil sejumlah kelas secara utuh yaitu kelas II A, II C, dan II D. Skala stres yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala yang dimodifikasi oleh peneliti mangacu pada Hadjana (1994), Carlson dan Hatfield (Fausiah dkk., 1999) dan Sarafino (1994). Untuk variabel somatisasi memodifikasi dari Sofia, Subandi dan Prawitasari (1987).Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment dari Pearson. Hasil analisis dengan menggunakan SPSS versi 15.00 menunjukan koefisien korelasi sebesar 0.540 dengan p 0.000 (p<0.01) yang menunjukan bahwa ada hubungan positif yang sangat signifikan antara stres dengan somatisasi pada santriwati. Jadi hipotesis yang diajukan diterima. Hal ini berarti semakin tinggi tingkat stres pada santriwati maka semakin tinggi pula somatisasi pada santriwati. | en_US |