Proses Pengembangan Kepemimpinan Profetik
Abstract
Meningkatnya jumlah pejabat yang tertangkap atas tuduhan kasus korupsi dewasa ini menunjukkan rendahnya moralitas para pemimpin di negeri ini. Pentingnya sebuah kajian yang mampu menghadirkan suatu pemecahan dalam perbaikan moralitas pemimpin melatarbelakangi dilakukannya penelitian mengenai kepemimpinan profetik. Kepemimpinan profetik adalah kemampuan seseorang dalam mempengaruhi orang lain untuk mencapai tujuan bersama sebagaimana para nabi dan rasul (prophet) melakukannya (Adz-Dzakiey, 2005). Dimensi kepemimpinan profetik terdiri dari empat aspek, yaitu shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah. (Budiharto dan Himam, 2006). Pertanyaan penelitian yang diajukan adalah bagaimana proses mengembangkan kepemimpinan profetik? Penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena proses mengembangkan kepemimpinan profetik. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam. Data dianalisis dengan teknik analisis tematik dengan langkah-langkah berupa penggolongan tema-tema untuk kemudian memasukkannya ke dalam sub kategori dan kategori serta mengintegrasikannya. Selanjutnya diperoleh model fenomena individu dalam mengembangkan kepemimpinan profetik. Wawancara mendalam dilakukan terhadap dua orang pemimpin yang telah diakui oleh pengikut dan lingkungan sebagai seorang pemimpin yang mampu menerapkan dimensi kepemimpinan profetik dalam kepemimpinannya. Responden pertama adalah seorang laki-laki, pemimpin salah satu pondok pesantren di Yogyakarta. Responden kedua adalah seorang perempuan, pimpinan beberapa usaha ritel yang cukup sukses di Yogyakarta.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa ada dua metode mengembangkan kepemimpinan profetik, yaitu peneladanan kepemimpinan Nabi Muhammad S.A.W. serta pembiasaan sikap dan perilaku yang baik dalam memimpin. Pengembangan kepemimpinan profetik tersebut diimplementasikan melalui metode vertikal yang berupa keyakinan kepada Tuhan, ketaatan beribadah, dan kebersyukuran serta metode horisontal dilakukan dengan membangun kepemimpinan demokratis, menyeru dalam kebaikan, dan berusaha menjadi teladan. Kedua metode pengembangan kepemimpinan profetik tersebut dilakukan dalam rangka meraih tujuan berupa usaha perbaikan diri dan pengembangan potensi, mencapai kebahagiaan serta bermanfaat bagi sesama. Setelah mencapai tujuan tersebut, temyata semakin menguatkan pengembangan kepemimpinan profetik dalam diri individu. Proses ini berjalan secara terus-menerus dan berulang.
Collections
- Psychology [536]
