• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Medicine
    • Medical Education
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Analisis Determinan Infeksi Saluran Kemih Pada Penyandang Spinal Cord Injury : A Scoping Review

    Thumbnail
    View/Open
    22711043.pdf (1.522Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ramadhani, Nabila Aleyda
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Latar Belakang: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada penyandang spinal cord injury (SCI) dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas, lama rawat inap, serta penurunan kualitas hidup pasien. Gangguan fungsi neurologis akibat SCI, khususnya pada sistem kemih, menyebabkan gangguan pengosongan kandung kemih, stasis urin, serta meningkatnya kebutuhan penggunaan alat bantu seperti kateter, yang selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya ISK. Tujuan Penelitian: Penelitian Scoping Review ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan determinan terjadinya infeksi saluran kemih pada penyandang spinal cord injury berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia. Metode Penelitian: Penelitian dilakukan dengan pendekatan scoping review dan berpedoman pada panduan Preferred Reporting Items for Scoping Review (PRISMA-ScR). Artikel diperoleh dari database PubMed, dan ScienceDirect dengan kriteria publikasi tahun 2015–2025. Proses seleksi melibatkan tahap identifikasi, skrining, eligibilitas, dan inklusi, serta dianalisis menggunakan tabel ekstraksi data. Hasil Penelitian: Didapatkan tujuh artikel yang memenuhi kriteria inklusi dan memenuhi proses screening. Hasil sintesis menunjukkan bahwa determinan yang paling konsisten berhubungan dengan kejadian ISK pada pasien SCI adalah metode manajemen kandung kemih, khususnya penggunaan indwelling catheter (IDC). Faktor lain yang turut berperan meliputi tingkat keparahan cedera neurologis berdasarkan ASIA Impairment Scale (AIS), lokasi lesi spinal, lama rawat inap, status nutrisi, penggunaan antibiotik kumulatif, serta adanya kondisi tambahan seperti polytrauma dan inkontinensia urin. Kesimpulan: Infeksi saluran kemih (ISK) merupakan salah satu komplikasi yang paling sering terjadi pada penyandang spinal cord injury (SCI) dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas, lama rawat inap, serta penurunan kualitas hidup pasien. Gangguan fungsi neurologis akibat SCI, khususnya pada sistem kemih, menyebabkan gangguan pengosongan kandung kemih, stasis urin, serta meningkatnya kebutuhan penggunaan alat bantu seperti kateter, yang selanjutnya meningkatkan risiko terjadinya ISK.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/63200
    Collections
    • Medical Education [2953]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV