| dc.description.abstract | Batam Center ditandai oleh perkembangan urban-industri yang pesat, pola mobilitas yang berorientasi pada kendaraan, serta fragmentasi ruang sosial yang membatasi interaksi publik yang berkelanjutan dan keterlibatan komunitas dalam keseharian. Meskipun dikelilingi oleh kawasan hunian berintensitas tinggi dan memiliki konektivitas transportasi yang strategis, kawasan ini belum memiliki wadah sipil yang inklusif untuk mengakomodasi beragam demografi serta mendorong pertemuan sosial yang tidak terencana di luar ruang-ruang komersial.
Proyek ini mengusulkan perancangan pusat komunitas melalui pendekatan social condenser, yang mengorganisasikan beragam program sepanjang koridor Inear utama yang berfungsi sebagai social spine. Dengan memaksimalkan panjang batas bersama antarprogram, memperkuat adjacensi, serta membentuk titik-titik konvergensi yang disengaja, desain ini mendorong terjadinya interaksi lintas kelompok pengguna secara insidental. Penerapan zonasi bertahap dari publik ke privat, sirkulasi yang porous, permeablitas visual, serta integrasi dengan jaringan pedestrian dan transportasi publik memperkuat peran bangunan sebagai penghubung urban, bukan sebagai objek yang terisolasi.
Konfigurasi arsitektural yang dihasilkan berfungsi sebagai pusat komunitas yang diperluas mendukung okupansi harian, aktivitas multi-generasi, serta kegiatan komunitas yang fleksibel. Melalui integrasi spasial, respons kontekstual, dan identitas arsitektur middle-ground yang netral, proyek ini menghadirkan pusat komunitas yang dinamis secara sosial, memperkuat konektivitas urban, serta menumbuhkan interaksi sosial yang berkelanjutan di Batam Center. | en_US |