| dc.description.abstract | Latar Belakang: Pendidikan kedokteran saat ini menggunakan metode
pembelajaran yang berpusat pada mahasiswa yang menuntut mahasiswa untuk
aktif dan mandiri dengan memanfaatkan teknologi untuk membantu proses belajar.
Mahasiswa kedokteran dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang memadai
untuk mengelola informasi, belajar secara mandiri, serta menerapkan strategi
belajar yang efektif dalam menghadapi tuntutan akademik yang kompleks.
Tujuan Penelitian: Mengetahui hubungan antara kemampuan literasi digital dan
strategi belajar pada mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas
Islam Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan
pendekatan cross sectional dengan responden mahasiswa tahun pertama
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia Program Studi Sarjana. Terdapat
137 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan tidak termasuk dalam kriteria
eksklusi. Data diperoleh melalui pengisian kuesioner Digital Literacy Scale dan
kuesioner Motivated Strategies for Learning Questionnaire (MSLQ) bagian strategi
belajar yang telah dimodifikasi dan diadaptasi dalam Bahasa Indonesia. Analisis
data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Spearman dan uji
Mann–Whitney.
Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki
kemampuan literasi digital tinggi (84,7%) dan sedang (15,3%), dengan rincian
subskala teknis (mean=25,16), sosio-emosional (mean = 8,83) dan subskala
kognitif (mean = 8,18). Distribusi strategi belajar menunjukkan sebagian besar
mahasiswa berada pada kategori tinggi (62,8%) dan kategori sedang (37,2%).
Hubungan antara kemampuan literasi digital dan strategi belajar menunjukkan
hubungan yang signifikan (p<0,05), dengan rincian kemampuan literasi digital dan
strategi belajar kognitif (r = 0,612), metakognitif (r = 0,545), dan sumber daya (r =
0,498).
Simpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara kemampuan literasi digital
dan strategi belajar mahasiswa tahun pertama Fakultas Kedokteran Universitas
Islam Indonesia. Variabel usia dan jenis kelamin tidak berperan sebagai faktor
pengganggu dalam hubungan tersebut. | en_US |