| dc.description.abstract | Latar Belakang: Merokok merupakan salah satu faktor risiko utama yang
berperan dalam terjadinya berbagai penyakit saluran pernapasan, termasuk
rinosinusitis. Paparan asap rokok diketahui dapat menyebabkan gangguan
mekanisme mukosiliar, meningkatkan inflamasi mukosa sinonasal, serta
memperberat perjalanan penyakit. Tingginya prevalensi perokok dan kasus
rinosinusitis di Kabupaten Kebumen menjadikan penting untuk mengetahui
hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian rinosinusitis.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan merokok
dengan kejadian rinosinusitis di Poliklinik THT RSUD dr. Soedirman Kebumen.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan desain cross-sectional. Data diperoleh dari rekam medis pasien yang
berkunjung ke Poliklinik THT RSUD dr. Soedirman Kebumen periode Januari
2023–Januari 2025. Subjek penelitian berjumlah 236 pasien yang memenuhi
kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk
menggambarkan karakteristik subjek dan bivariat menggunakan uji Chi-Square
untuk menilai hubungan antara status merokok dengan jenis rinosinusitis.
Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien
adalah 39,14 tahun, dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (75,8%) dan
berstatus perokok aktif (64,4%). Sebagian besar pasien didiagnosis menderita
rinosinusitis kronis (66,5%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang
sangat signifikan secara statistik antara kebiasaan merokok dengan kejadian
rinosinusitis (p = 0,000). Pasien yang merokok memiliki risiko lebih tinggi untuk
mengalami rinosinusitis kronis dibandingkan pasien yang tidak merokok, dengan
nilai Odds Ratio sebesar 65,320 (95% CI: 27,911–152,868) mengindikasikan
bahwa perokok memiliki risiko 65 kali lebih tinggi mengalami rinosinusitis kronis
dibandingkan non-perokok.
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara
merokok dengan peningkatan risiko kejadian rinosinusitis, khususnya rinosinusitis
kronis, pada pasien di Poliklinik THT RSUD dr. Soedirman Kebumen. Paparan
asap rokok secara persisten memicu kerusakan mukosa permanen dan
pembentukan biofilm, yang menjelaskan dominansi kasus kronis pada kelompok
perokok dibandingkan kasus akut. | en_US |