Show simple item record

dc.contributor.authorMawaddah, Annisa Fitri
dc.date.accessioned2026-06-06T01:36:06Z
dc.date.available2026-06-06T01:36:06Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63162
dc.description.abstractLatar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Jawa Barat terhitung masing tinggi, salah satu faktor yang memengaruhi angka kematian ibu adalah metode persalinan yang digunakan. Penentuan metode persalinan juga dipengaruhi beberapa faktor medis dan sosioekonomi. Di Indonesia, program kelas ibu hamil masih terlalu awam di kalangan masyarakatnya. Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan keikutsertaan program kelas ibu hamil terhadap penentuan metode persalinan ibu hamil di Jawa Barat. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi kuantitatif cross sectional menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023 yang mencakup 4.575 ibu yang melahirkan di Jawa Barat. Data dianalisis secara deskriptif, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi square, sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik biner. Keseluruhan analisis menggunakan IBM SPSS Statistik 27 dengan tingkat signifikansi p < 0,05 untuk analisis bivariat dan analisis multivariat. Hasil : Dari 4.575 ibu yang melahirkan di Jawa Barat, ditemukan 1.184 ibu melahirkan secara tidak normal. Hasil uji analisis bivariat dan multivariat menunjukan bahwa jumlah kehamilan (p value < 0,001; aOR = 9,398; 95% CI = 4,450-19,846), gangguan/komplikasi kehamilan (p value < 0,001; aOR = 0,137; 95% CI = 0,117-0,160), usia (p value = 0,004; aOR = 0,781; 95% CI = 0,661- 0,923), status Pendidikan (p value < 0,001; aOR = 2,253; 95% CI = 1,914-2,653), status pekerjaan (p value < 0,001; aOR = 1,478; 95% CI = 1,254-1,743), tempat tinggal (p value < 0,001; aOR = 1,529; 95% CI = 1,204-1,941), dan status ekonomi (p value = 0,005; aOR = 1,340; 95% CI = 1,091-1,646) terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan metode persalinan setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Sedangkan variabel kelas ibu hamil (p value = 0,072; aOR = 1,182; 95% CI = 0,985-1,418), riwayat hamil (p value = 0,526; aOR = 0,879; 95% CI = 0,590- 1,310), riwayat persalinan (p value = 0,660; aOR = 1,086; 95% CI = 0,752-1,569), dan riwayat abortus (p value = 0,254; aOR = 0,893; 95% CI = 0,736-1,084) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan metode persalinan setelah dikontrol dengan variabel lainnya. Simpulan : Hasil penelitian ini didapatkan bahwa keikutsertaan kelas ibu hamil secara statistik tidak memiliki hubungan dengan metode persalinan. Terdapat faktor lain yang berpotensi memengaruhi metode persalinan seperti faktor medis dan sosioekonomi.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectKelas Ibu Hamilen_US
dc.subjectMetode Persalinanen_US
dc.subjectJawa Baraten_US
dc.subjectSKIen_US
dc.titleHubungan Keikutsertaan Program Kelas Ibu Hamil Terhadap Metode Persalinan di Jawa Barat : Analisis Data SKI 2023en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM21711187


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record