| dc.description.abstract | Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) di Provinsi Jawa Barat terhitung
masing tinggi, salah satu faktor yang memengaruhi angka kematian ibu adalah
metode persalinan yang digunakan. Penentuan metode persalinan juga
dipengaruhi beberapa faktor medis dan sosioekonomi. Di Indonesia, program
kelas ibu hamil masih terlalu awam di kalangan masyarakatnya.
Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan
keikutsertaan program kelas ibu hamil terhadap penentuan metode persalinan ibu
hamil di Jawa Barat.
Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan studi kuantitatif cross sectional
menggunakan data sekunder dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023
yang mencakup 4.575 ibu yang melahirkan di Jawa Barat. Data dianalisis secara
deskriptif, bivariat, dan multivariat. Analisis bivariat menggunakan uji Chi square,
sedangkan analisis multivariat menggunakan uji regresi logistik biner. Keseluruhan
analisis menggunakan IBM SPSS Statistik 27 dengan tingkat signifikansi p < 0,05
untuk analisis bivariat dan analisis multivariat.
Hasil : Dari 4.575 ibu yang melahirkan di Jawa Barat, ditemukan 1.184 ibu
melahirkan secara tidak normal. Hasil uji analisis bivariat dan multivariat
menunjukan bahwa jumlah kehamilan (p value < 0,001; aOR = 9,398; 95% CI =
4,450-19,846), gangguan/komplikasi kehamilan (p value < 0,001; aOR = 0,137;
95% CI = 0,117-0,160), usia (p value = 0,004; aOR = 0,781; 95% CI = 0,661-
0,923), status Pendidikan (p value < 0,001; aOR = 2,253; 95% CI = 1,914-2,653),
status pekerjaan (p value < 0,001; aOR = 1,478; 95% CI = 1,254-1,743), tempat
tinggal (p value < 0,001; aOR = 1,529; 95% CI = 1,204-1,941), dan status ekonomi
(p value = 0,005; aOR = 1,340; 95% CI = 1,091-1,646) terbukti memiliki hubungan
yang signifikan dengan metode persalinan setelah dikontrol dengan variabel
lainnya. Sedangkan variabel kelas ibu hamil (p value = 0,072; aOR = 1,182; 95%
CI = 0,985-1,418), riwayat hamil (p value = 0,526; aOR = 0,879; 95% CI = 0,590-
1,310), riwayat persalinan (p value = 0,660; aOR = 1,086; 95% CI = 0,752-1,569),
dan riwayat abortus (p value = 0,254; aOR = 0,893; 95% CI = 0,736-1,084) tidak
memiliki hubungan yang signifikan dengan metode persalinan setelah dikontrol
dengan variabel lainnya.
Simpulan : Hasil penelitian ini didapatkan bahwa keikutsertaan kelas ibu hamil
secara statistik tidak memiliki hubungan dengan metode persalinan. Terdapat
faktor lain yang berpotensi memengaruhi metode persalinan seperti faktor medis
dan sosioekonomi. | en_US |