| dc.description.abstract | Penelitian ini menjelaskan hubungan antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan negatif antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying. Semakin tinggi regulasi emosi maka semakin rendah kecenderungan perilaku bullying. Sebaliknya, semakin rendah regulasi emosi maka semakin tinggi kecenderungan perilaku bullying. Subjek penelitiaan ini adalah siswa SMA Negeri 4 Yogyakarta. Subjek penelitian berjumlah 103 orang. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kecenderungan perilaku bullying yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan aspek-aspek yang diuraikan oleh Riaukina, Djuwita, dan Soesetio (2005) dan skala regulasi emosi yang diadopsi peneliti dengan berdasarkan aspek-aspek yang diuraikan oleh Thompson (Kostluk & Gregory, 2002). Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan fasilitas program SPSS versi 15.0 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying. Korelasi Product Moment dari Spearman menunjukkan korelasi sebesar r = 0,17 dan taraf signifikansi p = 0,433 (p>0,05) yang artinya tidak ada hubungan yang sangat signifikan antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku bullying. Jadi hipotesis penelitian ini adalah ditolak. | en_US |