Problem Focused Coping dan Perilaku Agresif Remaja Ditinjau dari Jenis Kelamin
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan problem focused coping dan perilaku agresif antara laki-laki dan perempuan. Asumsi awal yang diajukan adalah ada perbedaan antara problem focused coping dan perilaku agresif antara laki-laki dan perempuan. Subjek dalam penelitian ini adalah pelajar aktif dari jurusan IPA dan IPS dari beberapa Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta yang berusia 15- 18 tahun. Pemilihan responden dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Data diungkap dengan menggunakan metode angket dimana angket yang digunakan ada dua yaitu (1)Angket Perilaku Agresif yang disusun berdasarkan teori Buss (1973), terdiri dari 38 aitem dengan koefisien korelasi aitem bergerak antara 0,255-0,496 serta koefisien korelasi alpha sebesar 0,868. (2)Angket Problem Focused Coping yang dibuat dengan mengacu pada aspek-aspek problem focused coping yang dikemukakan oleh Lazarus&Folkman (1987) terdiri dari 21 aitem dengan dengan koefisien korelasi aitem bergerak antara 0,285-0,615 serta koefisien korelasi alpha sebesar 0,869. Metode analisis yang digunakan adalah teknik Analisis Uji Beda (T-tes). Perhitungannya dilakukan dengan program SPSS 12.0 for Windows. Hasilnya menunjukkan bahwa ada perbedaan yang sangat signifikan antara problem focused coping dan perilaku agresif remaja ditinjau dari jenis kelamin. Tingkat agresivitas subyek laki-laki lebih tinggi bila dibandingkan dengan subyek perempuan (t= 4,697, p= 0,00). Kemampuan problem focused coping subyek perempuan lebih baik bila dibandingkan subyek laki-laki (t=-4,055, p=0,01). Jadi hipotesis diterima.
Collections
- Psychology [536]
