Penetapan Kadar Aspartam dan Asesulfam-K pada Minuman Kemasan Berperisa dengan Metode KCKT Fase Terbalik
Abstract
Badan standarisasi internasional European Commite for Standarization (CEN) merekomendasikan KCKT sebagai metode analisis pemanis buatan karena memiliki daya pemisahan yang baik, cepat, selektif dan kepekaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk verifikasi metode analisis aspartam dan asesulfam-K di dalam produk minuman kemasan berperisa dan memastikan kadar Aspartam dan asesulfam-K yang ditambahkan memenuhi syarat Badan POM. Analisis sistem dilakukan dengan menggunakan kolom C18 (10 μm; 300 mm x 3,9 mm), detektor UV-Vis 220 nm, dan menggunakan komposisi fase gerak asetonitril : bufer fosfat (20:80), volume injeksi 10 μL, dan flow rate 1 mL per menit. Linieritas kurva baku yang dihasilkan menunjukkan nilai yang baik r> 0,99995-0.99998. Metode analisis yang digunakanmemiliki verifikasi yang baik. Metode analisis menunjukkan akurasi yang baik, persen recovery pada rentang 90,83–103,97%, presisi untuk aspartam dan asesulfam-K masing-masing 0,39% dan 0,21%. Kadar pemanis yang diperoleh dalam sampel untuk aspartam dan asesulfam-K yaitu sebesar 184,90 mg/kg dan 119,53 mg/kg. Kadar aspartam dan asesulfam-K yang diperoleh tidak melebihi batas maksimal yang diizinkan oleh Badan POM, yakni 600 mg/kg produk untuk aspartam dan 500 mg/kg produk untuk asesulfam-K.
Collections
- Pharmacy [1887]
