Hubungan Antara Capaian Nilai Pre-pendidikan Klinik (Predik) dan Efikasi Diri Dokter Muda Pada Stase Pertama Program Studi Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia
Abstract
Latar Belakang: Masa transisi dari pendidikan akademik ke tahap profesi
merupakan fase kritis yang memerlukan kesiapan kompetensi dan psikologis.
Salah satu indikator kesiapan tersebut adalah capaian nilai keterampilan kilnis di
akhir pembelajaran program Sarjana. Pre-Pendidikan Klinik (PREDIK) merupakan
ujian keterampilan klinis di akhir program Sarjana Fakultas Kedokteran
Universitas Islam.Kesiapan mahasiswa memasuki Program Profesi dapat
berkaitan dengan tingkat efikasi diri. Namun, hubungan antara keberhasilan ujian
ketrampilan klinis di akhir Program Sarjana dan keyakinan diri di awal stase
Program Profesi masih perlu dikaji lebih lanjut.
Tujuan: Mengetahui hubungan antara capaian nilai Pre-Pendidikan Klinik
(PREDIK) dan efikasi diri dokter muda pada stase pertama di Program Studi
Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional
dengan desain cross-sectional. Subjek penelitian adalah 38 dokter muda FK UII
yang memenuhi kriteria inklusi. Data capaian nilai PREDIK diperoleh melalui nilai
OSCE semester akhir jenjang S1, sedangkan efikasi diri diukur menggunakan
kuesioner General Self-Efficacy Scale (GSES). Analisis data menggunakan uji
korelasi Spearman Rank.
Hasil: Berdasarkan hasil analisis, terdapat variasi hubungan antara capaian nilai
predik pada ketiga station dengan tingkat efikasi diri dokter muda. Uji korelasi
Spearman menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara
capaian nilai pada Station 1 (Respirasi) dan Station 2 (THT-KL) dengan efikasi diri.
Namun, pada Station 3 (Neurologi) ditemukan hubungan positif yang signifikan
dengan kekuatan korelasi yang tergolong kuat, yang menunjukkan bahwa semakin
tinggi capaian nilai pada station tersebut, semakin tinggi tingkat efikasi diri dokter
muda saat memasuki tahap pendidikan klinik.
Simpulan: Berdasarkan hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara
capaian nilai predik dan efikasi diri dokter muda bervariasi pada setiap station
OSCE. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara capaian nilai pada
Station 1 (Respirasi) dan Station 2 (THT-KL) dengan tingkat efikasi diri. Namun,
pada Station 3 (Neurologi) terdapat hubungan positif yang signifikan dengan
kekuatan korelasi yang kuat. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi capaian
nilai pada Station Neurologi, semakin tinggi pula tingkat efikasi diri dokter muda
saat memasuki tahap pendidikan klinik.
Collections
- Medical Education [2934]
