Show simple item record

dc.contributor.authorHisan, Khairatun
dc.date.accessioned2026-05-30T02:30:14Z
dc.date.available2026-05-30T02:30:14Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/63064
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan menelaah secara empiris proses pengelolaan sampah pembalut di Pesantren Krapyak dari perspektif fikih lingkungan dan ekofeminisme. Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan mengolaborasikan nilai-nilai Islam yang menekankan kelestarian alam dengan kesadaran atas dimensi gender dalam tata kelola sampah pembalut di tingkat komunitas. Limbah pembalut yang tidak terkelola dengan tepat akan mengakibatkan berbagai dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sementara pemerintah hingga saat ini belum mempunyai standar operasional prosedur terkait pengelolaannya. Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum melalui Gerakan Krapyak Peduli Sampah telah mengelola sampah pembalut secara mandiri sejak 2023. Keunikan praktik ini memperlihatkan inovasi komunitas sekaligus memunculkan pertanyaan tentang kebersihan, keamanan, dan akuntabilitas rantai pengelolaan limbah menstruasi. Metode yuridis normatif-empiris dengan pendekatan studi kasus diaplikasikan dalam penelitian ini. Penulis mengumpulkan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi atas dokumen dan literatur yang relevan dengan tema penelitian. Data yang telah didapatkan dianalisis menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sampah pembalut meliputi beberapa tahap, pembalut yang telah dibersihkan kemudian dipisahkan antara kapas, kertas, dan plastiknya oleh santri putri sebelum diolah menjadi media tanam dan barang berdaya jual. Praktik pengelolaan sampah oleh Krapyak Peduli Sampah tersebut secara umum konsisten dengan indikator dalam fikih lingkungan, yakni tauhid, amanah-khalifah, mizan, maqashid syariah, istislah, dan sadd-dzari'ah. Sedangkan dari sisi ekofeminisme, mekanisme pengelolaan sampah tersebut juga sudah merealisasikan prinsip tanggung jawab kepada alam, solidaritas kosmis, harmoni dengan alam, relasi setara, serta kepedulian (care). Integrasi antara kedua perspektif tersebut telah teraplikasikan dalam setiap langkah pengelolaan sampah pembalut di Pesantren Krapyak sehingga membentuk model pengelolaan holistik dengan penekanan pada keamanan ekologis, kesesuaian dengan nilai etis keagamaan, serta keadilan gender dalam distribusi peran pengelolaan limbah pembalut.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectEkofeminismeen_US
dc.subjectFikih Lingkunganen_US
dc.subjectIntegrasien_US
dc.subjectSampah Pembaluten_US
dc.titleAnalisis Kritis Fikih Lingkungan dan Ekofeminisme Terhadap Pengelolaan Sampah Pembalut (Studi Kasus Pengelolaan Sampah di Pondok Pesantren Krapyak Yayasan Ali Maksum)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM24913002


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record