Pengaruh Asupan Tinggi Lemak Terhadap Kejadian Hiperglikemia Pada Tenaga Kependidikan Fakultas Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII)
Abstract
Latar Belakang: Hiperglikemia merupakan kondisi meningkatnya kadar glukosa
darah di atas nilai normal yang dapat menyerang berbagai sistem tubuh dan
memicu komplikasi penyakit kronis. Konsumsi lemak berlebih dapat mengganggu
kerja insulin dan meningkatkan resistensi insulin sehingga memicu kenaikan kadar
glukosa darah.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asupan
tinggi lemak terhadap kejadian hiperglikemia pada tenaga kependidikan Fakultas
Teknologi Industri (FTI) Universitas Islam Indonesia (UII).
Metode Penelitian: Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional
dengan teknik pengambilan sampel total sampling pada seluruh tenaga
kependidikan aktif FTI UII, sehingga didapatkan sampel sebanyak 65 responden.
Dari 65 tenaga kependidikan, 49 responden termasuk ke dalam kriteria inklusi dan
16 responden masuk ke dalam kriteria ekslusi. Data asupan lemak dikumpulkan
menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status
hiperglikemia ditentukan melalui pemeriksaan Gula Darah Sewaktu (GDS).
Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Hasil penelitian didapatkan bahwa mayoritas responden memiliki asupan
lemak yang tergolong normal, yaitu sebanyak 33 orang (67,3%). Sementara itu,
dari 49 responden, sebanyak 40 orang (81,6%) memiliki kadar glukosa darah
dalam rentang normal dan 9 orang (18,4%) mengalami hiperglikemia atau kadar
glukosa darah di atas batas normal. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p =
0,003 (< 0,05) yang menunjukkan hubungan signifikan antara asupan lemak dan
kejadian hiperglikemia pada tenaga kependidikan FTI UII.
Simpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh antara asupan
lemak yang tinggi terhadap kejadian hiperglikemia pada tenaga kependidikan FTI
UII.
Collections
- Medical Education [2934]
