| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri remaja putri. Dugaan awal yang diajukan dalam penelitian ini adalah ada hubungan positif antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri remaja putri. Semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin tinggi pula penerimaan diri remaja putri. Sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional, maka semakin rendah pula penerimaan diri remaja putri. Subjek dalam penelitian ini adalah remaja. Adapun skala yang digunakan adalah skala penerimaan diri berdasarkan ciri-ciri penerimaan diri, yaitu: mempunyai keyakinan untuk menghadapi kehidupan, mengenal potensi-potensi diri, tidak menyalahkan diri atas keterbatasan yang dimiliki, bertanggung jawab terhadap perilakunya, dan menerima pujian dan celaan secara obyektif yang dikemukakan Sheerer (Cronbach, 1963) dan Sulaeman (1995), skala ini berjumlah 24 item dan skala kecerdasan emosional berdasarkan aspek-aspek kecerdasan emosional, yaitu: mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain, dan membina hubungan yang dikemukakan oleh Salovey dan Mayer (Goleman, 2001) yang berjumlah 38 item. Metode analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan teknik korelasi product moment melalui fasilitas program SPSS versi 12.0 untuk menguji apakah terdapat hubungan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri remaja putri. Korelasi product moment dari Pearson menunjukkan korelasi sebesar r=0,757 dengan p = 0,000 (p<0,01) yang artinya ada hubungan yang sangat signifikan antara kecerdasan emosional dengan penerimaan diri remaja putri. Semakin tinggi kecerdasan emosional, maka semakin tinggi pula penerimaan diri remaja putri. Sebaliknya semakin rendah kecerdasan emosional, maka semakin rendah pula penerimaan diri remaja putri. Jadi hipotesis penelitian diterima. | en_US |