| dc.description.abstract | Pengelolaan data kunjungan di destinasi wisata berbasis komunitas, seperti Kampung
Wisata Purbayan, sering kali menghadapi tantangan fragmentasi data akibat banyaknya
operator usaha yang berjalan secara mandiri. Proses pencatatan yang masih dilakukan secara
konvensional atau terpisah-pisah menyebabkan sulitnya pemantauan data secara efektif dan
menghambat proses analisis demografis pengunjung. Ketiadaan data terpusat ini
mengakibatkan pengelola kesulitan dalam memetakan asal wisatawan secara akurat dan
merumuskan strategi pemasaran yang tepat sasaran. Kondisi tersebut mendorong perlunya
sebuah sistem terintegrasi yang mampu mengakomodasi kebutuhan pencatatan multi-operator
dalam satu platform digital.
Penelitian ini mengusulkan pengembangan sistem manajemen pengunjung multi-operator
dengan menggunakan pendekatan Design Science Research Methodology (DSRM) untuk
menghasilkan artefak teknologi yang solutif. Sistem dirancang berbasis web dengan fitur utama
berupa visualisasi peta demografis interaktif yang mampu memetakan sebaran asal pengunjung
dari tingkat negara hingga kabupaten/kota. Selain itu, sistem dilengkapi dengan dasbor analitik
yang menyajikan tren kunjungan, visualisasi intensitas waktu kesibukan, dan perbandingan
performa antar-operator. Arsitektur sistem memisahkan hak akses antara pengelola pusat
sebagai pemantau agregat dan mitra operator sebagai pengelola data mandiri.
Metode penelitian mencakup identifikasi masalah, perancangan objektif, pengembangan
desain dan pengembangan sistem, demonstrasi, serta evaluasi. Pengujian fungsional dilakukan
menggunakan metode Black Box Testing, sedangkan evaluasi usability dilakukan
menggunakan System Usability Scale (SUS) untuk menilai tingkat kemudahan penggunaan
sistem dari sudut pandang operator dan pengelola. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem
mampu menangani validasi data multi-operator dengan baik dan bebas dari kesalahan
fungsional kritis. Umpan balik pengguna mengindikasikan bahwa fitur visualisasi demografis
sangat membantu dalam memahami karakteristik pasar wisatawan, serta proses digitalisasi ini
dinilai meningkatkan efisiensi administrasi dibandingkan pencatatan manual. | en_US |