| dc.description.abstract | Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) masih menjadi salah satu penyebab utama
kematian akibat penyakit infeksi di dunia. Meningkatnya kasus rifampicin-resistant
tuberculosis (RR-TB) dan multidrug-resistant tuberculosis (MDR-TB) menurunkan
keberhasilan terapi secara signifikan. Resistensi rifampisin terutama disebabkan
oleh mutasi gen rpoB, khususnya pada kodon Ser531Leu yang menyebabkan
perubahan konformasi RNA polimerase dan menurunkan afinitas ikatan obat.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi senyawa
aktif Phyllanthus niruri sebagai kandidat agen antituberkulosis melalui pendekatan
molecular docking terhadap protein rpoB normal dan mutan serta mengevaluasi
profil farmakokinetik dan toksisitasnya secara in silico.
Metode Penelitian: Struktur protein rpoB (PDB ID: 5UHB) digunakan sebagai
target docking. Senyawa uji meliputi quercetin, corilagin, rutin, kaempferol-4′-
rhamnoside, dan apigenin-7-rutinoside-4′-transcaffeate dengan rifampisin sebagai
kontrol. Molecular docking dilakukan menggunakan AutoDock Vina. Analisis
farmakokinetik dilakukan menggunakan SwissADME dan prediksi toksisitas
menggunakan ProTox-III.
Hasil: Seluruh senyawa menunjukkan nilai afinitas ikatan negatif terhadap rpoB
normal maupun mutan. Apigenin-7-rutinoside-4′-transcaffeate dan kaempferol-4′-
rhamnoside memiliki afinitas lebih kuat dibandingkan rifampisin. Quercetin
menunjukkan profil farmakokinetik paling optimal dengan absorpsi gastrointestinal
tinggi. Semua senyawa diprediksi memiliki toksisitas akut rendah dan tidak bersifat
hepatotoksik.
Simpulan: Senyawa aktif Phyllanthus niruri berpotensi sebagai kandidat agen
antituberkulosis berbasis penghambatan rpoB. Penelitian lanjutan secara in vitro
dan in vivo diperlukan untuk mengonfirmasi efektivitas dan keamanannya. | en_US |