• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Sociocultural Sciences
    • International Relations
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Kekerasan Berbasis Gender dari Kebijakan Hijab and Chastity terhadap Perempuan Iran pada Masa Pemerintahan Ebrahim Raisi 2021-2024

    Thumbnail
    View/Open
    21323193.pdf (15.42Mb)
    Date
    2026
    Author
    Fitria, Dhiya Najah
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Kekerasan berbasis gender terhadap perempuan di Iran tetap menjadi persoalan serius, terutama setelah pemerintahan Presiden Ebrahim Raisi menerapkan Kebijakan Hijab dan Kesucian pada periode 2021–2024 secara ketat dan represif. Pengetatan aturan hijab, termasuk upaya pengesahan RUU Hijab dan Kesucian, tidak hanya ditujukan pada pengaturan moralitas publik, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen kontrol negara atas tubuh, perilaku, dan kehidupan sosial perempuan. Penelitian ini menganalisis kekerasan berbasis gender terhadap perempuan Iran pada masa pemerintahan Raisi menggunakan teori Segitiga Kekerasan Johan Galtung. Berdasarkan kerangka tersebut, penelitian ini berargumen bahwa kekerasan terhadap perempuan Iran berakar dari kekerasan kultural berupa legitimasi agama, ideologi negara, serta penggunaan narasi moral yang menstigmatisasi dan menormalisasi subordinasi perempuan. Kekerasan struktural tercermin dalam regulasi hukum dan kebijakan negara yang membatasi akses perempuan terhadap pendidikan, pekerjaan, mobilitas sosial, dan layanan publik apabila tidak mematuhi ketentuan hijab. Sementara itu, kekerasan langsung terlihat melalui praktik represif aparat negara, seperti penangkapan sewenang- wenang, pemaksaan pengakuan, penyiksaan, hingga kematian, sebagaimana tercermin dalam kasus Mahsa Amini. Mengacu pada teori Segitiga Kekerasan, penelitian ini menyimpulkan bahwa ketiga jenis kekerasan tersebut saling terkait dan saling memperkuat, menjadikan Kebijakan Hijab dan Kesucian sebagai sarana penindasan politik yang menginstitusionalisasi kekerasan berbasis gender di Iran.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62937
    Collections
    • International Relations [937]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV