| dc.description.abstract | Latar Belakang: Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) merupakan
fenomena demografis yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia. Lansia
merupakan kelompok rentan yang memiliki kebutuhan kesehatan kompleks akibat
penurunan fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Pemerintah Indonesia telah
mengupayakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan lansia melalui penguatan
pelayanan kesehatan primer, salah satunya melalui penerapan Integrasi Layanan
Primer (ILP) berbasis klaster di puskesmas. Puskesmas Cangkringan sebagai
fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam
penyelenggaraan pelayanan kesehatan lansia. Oleh karena itu, diperlukan analisis
untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan program pelayanan
kesehatan untuk lansia di Puskesmas Cangkringan.
Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran program pelayanan kesehatan untuk
lansia di Puskesmas Cangkringan.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara
mendalam, dan dokumentasi dengan informan dari manajemen puskesmas,
penanggung jawab program lansia, serta tenaga kesehatan. Analisis data
dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
simpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelayanan
kesehatan lansia di Puskesmas Cangkringan telah dilaksanakan secara
terintegrasi melalui sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam Klaster 3 Dewasa
dan Lansia. Pencapaian pelayanan kesehatan lansia telah memenuhi target
Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 100%. Proses pelaksanaan pelayanan
meliputi pelayanan di dalam gedung dan luar gedung melalui posyandu lansia,
puskesmas pembantu, puskesmas keliling, penyuluhan kesehatan, Program
Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), serta kegiatan senam lansia. Pelayanan
kefarmasian, laboratorium, dan sistem perujukan telah berjalan terintegrasi
dengan baik. Sumber daya manusia, pendanaan, serta sarana prasarana secara
umum mendukung pelaksanaan program, meskipun masih terdapat kendala
berupa keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, belum diperbaruinya Standar
Operasional Prosedur (SOP) sesuai ILP, serta ketimpangan fasilitas di tingkat
posyandu.
Simpulan: Program pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Cangkringan telah
berjalan baik dan terintegrasi sesuai kebijakan pelayanan kesehatan primer serta
memenuhi target SPM lansia. Meskipun demikian, diperlukan peningkatan pada
pembaruan SOP, penguatan sumber daya manusia, dan pemerataan sarana
prasarana untuk meningkatkan mutu dan keberlanjutan pelayanan. | en_US |