Show simple item record

dc.contributor.authorGaharu, Humaira Nisrina
dc.date.accessioned2026-05-23T04:46:20Z
dc.date.available2026-05-23T04:46:20Z
dc.date.issued2026
dc.identifier.uridspace.uii.ac.id/123456789/62930
dc.description.abstractLatar Belakang: Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia (lansia) merupakan fenomena demografis yang terjadi secara global, termasuk di Indonesia. Lansia merupakan kelompok rentan yang memiliki kebutuhan kesehatan kompleks akibat penurunan fungsi fisik, psikologis, dan sosial. Pemerintah Indonesia telah mengupayakan peningkatan mutu pelayanan kesehatan lansia melalui penguatan pelayanan kesehatan primer, salah satunya melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) berbasis klaster di puskesmas. Puskesmas Cangkringan sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama memiliki peran strategis dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan lansia. Oleh karena itu, diperlukan analisis untuk mengetahui bagaimana gambaran pelaksanaan program pelayanan kesehatan untuk lansia di Puskesmas Cangkringan. Tujuan Penelitian: Mengetahui gambaran program pelayanan kesehatan untuk lansia di Puskesmas Cangkringan. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi dengan informan dari manajemen puskesmas, penanggung jawab program lansia, serta tenaga kesehatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan, dengan uji keabsahan menggunakan triangulasi sumber dan metode. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Cangkringan telah dilaksanakan secara terintegrasi melalui sistem Integrasi Layanan Primer (ILP) dalam Klaster 3 Dewasa dan Lansia. Pencapaian pelayanan kesehatan lansia telah memenuhi target Standar Pelayanan Minimal (SPM) sebesar 100%. Proses pelaksanaan pelayanan meliputi pelayanan di dalam gedung dan luar gedung melalui posyandu lansia, puskesmas pembantu, puskesmas keliling, penyuluhan kesehatan, Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis), serta kegiatan senam lansia. Pelayanan kefarmasian, laboratorium, dan sistem perujukan telah berjalan terintegrasi dengan baik. Sumber daya manusia, pendanaan, serta sarana prasarana secara umum mendukung pelaksanaan program, meskipun masih terdapat kendala berupa keterbatasan jumlah tenaga kesehatan, belum diperbaruinya Standar Operasional Prosedur (SOP) sesuai ILP, serta ketimpangan fasilitas di tingkat posyandu. Simpulan: Program pelayanan kesehatan lansia di Puskesmas Cangkringan telah berjalan baik dan terintegrasi sesuai kebijakan pelayanan kesehatan primer serta memenuhi target SPM lansia. Meskipun demikian, diperlukan peningkatan pada pembaruan SOP, penguatan sumber daya manusia, dan pemerataan sarana prasarana untuk meningkatkan mutu dan keberlanjutan pelayanan.en_US
dc.subjectPelayanan Kesehatan Lansiaen_US
dc.subjectPuskesmasen_US
dc.subjectIntegrasi Layanan Primeren_US
dc.subjectStandar Pelayanan Minimalen_US
dc.subjectPelayanan Kesehatan Primeren_US
dc.titleAnalisis Pelayanan Kesehatan untuk Lansia di Puskesmas Cangkringanen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM22711019


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record