Studi Aktivitas Antioksidan Ekstrak dan Fraksi Daun Gedi (Abelmoschus manihot L. Medik)
Abstract
Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menghambat laju oksidasi atau menetralkan radikal bebas. Antioksidan dapat berasal dari sintetik maupun dari bahan alam. Tumbuhan gedi (Abelmoschus manihot L. Medik) adalah tumbuhan khas Indonesia Timur yang dimanfaatkan daunnya sebagai sayuran. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pada bagian bunga A.manihot memiliki aktivitas sebagai antioksidan karena kandungan flavonoidnya. Diduga dari daun ini memiliki aktivitas sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak dan fraksi dari daun gedi sebagai antioksidan. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi bertingkat menggunakan pelarut n- heksan, etil asetat, dan metanol. Sedangkan fraksinasi dilakukan dengan metode Kromatografi Vakum Cair (KVC). Aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai IC50 untuk ekstrak n-heksan, etil asetat, dan metanol berturut-turut adalah 1693,036 ppm, 1146,429 ppm, dan 648,298 ppm. Selanjutnya, ekstrak etil asetat difraksinasi menggunakan pelarut dengan gradien kepolaran. Dari hasil fraksinasi ekstrak etil asetat diperoleh fraksi teraktif adalah fraksi 6 dengan IC50 11,818 ppm. Berdasarkan hasil identifikasi fitokimia menunjukkan pada ekstrak n-heksan dan etil asetat mengandung senyawa golongan alkaloid, ekstrak metanol mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, dan saponin. Sementara fraksi 6 mengandung senyawa golongan alkaloid dan terpenoid.
Collections
- Pharmacy [1885]
