Show simple item record

dc.contributor.authorMulyono, Nanang Eko
dc.date.accessioned2026-05-23T04:02:23Z
dc.date.available2026-05-23T04:02:23Z
dc.date.issued2017
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62919
dc.description.abstractDi negara maju seperti Eropa dan Amerika pengerjaan lapisan aspal dengan campuran bergradasi rapat mulai dikurangi penggunaannya Karena ditemukan beberapa kekurangan, antara lain terjadinya genangan air pada badan jalan, menimbulkan kebisingan, dan silau dalam pandangan pengemudi. Perkerasan aspal porus merupakan salah satu alternatif dari perkerasan lentur. Aspal porus memliki beberapa kekurangan yaitu memiliki stabilitas yang rendah Oleh Karena itu, untuk meningkatkan stabilitas kekuatan perkerasan aspal porus perlu adanya modifikasi aspal yang digunakan, salah satunya yaitu menggunakan bahan tambah polymer elastomer (karet murni / lateks) sebagai campuran aspal pertamina pen 60/70. Struktur molekulnya berupa jaringan dengan berat molekul tinggi dan dengan tingkat kristalisasi yang relatif tinggi, sehingga mampu menyalurkan gaya gaya bahkan melawannya jika dikenai beban statis maupun dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja campuran aspal porus dengan menggunakan bahan tambah polymer elastomer (karet murni) yang ditinjau dari kuat tarik tidak langsung, Marshall, dan permeabilitas. Gradasi dan spesifikasi yang digunakan pada penelitian campuran aspal porus ini adalah gradasi Australia (AAPA) dengan ukuran agregat maksimal 10 mm. pertama dengan melakukan penentuan kadar apal optimum yang digunakan, untuk agregat maksimal 10 mm AAPA mensyaratkan kadar aspal optimum yang dipakai antara 5% sampai 6%. variasi penambahan karet murni ke dalam aspal pertamina pen 60/70 yaitu 0%, 0,5%, 1%, 1,5%, 2% terhadap total campuran. Langkah selanjutnya melakukan uji Marshall, Immersion, Indirect Tensile Strength, Permeabilitas, Cantabro dan Asphalt Flow Down. Tahap terakhir yaitu dilakukan analisis, pembahasan dan pengambilan kesimpulan dari hasil pengujian yang telah dilakukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa nilai penetrasi semakin menurun seiring dengan kadar karet murni yang ditambahkan, sedangkan titik lembek mengalami kenaikan seiring dengan penambahan kadar karet murni. Pada pengujian terhadap karakteristik agregat kasar maupun halus Clereng, Kulonprogo semuanya telah memenuhi spesifikasi Bina Marga 2010. Hasil pengujian viskositas menunjukkan nilai yang semakin mengalami kenaikan seiring dengan penambahan karet murni. Stabilitas Marshall menunjukan nilai yang semakin meningkat seiring penambahan karet murni, nilai tertinggi didapatkan pada kadar karet murni 2% sebesar 807,50 kg, nilai Cantabro semakin turun dengan nilai terbesar pada kadar karet 0% sebesar 14,63 %, AFD semakin naik dengan nilai terbesar pada kadar karet 2% sebesar 1,31 %, nilai ITS terbesar pada penambahan kadar karet 0% sebesar 9,07 kg/cm2, dan pada pengujian permeabilitas didapatkan nilai terbesar pada kadar karet 0% sebesar 4,85 cm / s pada tekanan 1. 1 dan 1.5% sebesar 4,11 pada tekanan 2.2. Dari hasil pengujian diatas maka dapat disimpulkan bahpa penambahan karet murni kedalam campuran aspal porus dapat meningkatkan kekuatan perkerasan tanpa mengurangi nilai permeabilitasnya dan dapat diterapkan untuk ruas ruas jalan di Indonesia.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectAspal Porusen_US
dc.subjectAAPA 2004en_US
dc.subjectMarshallen_US
dc.subjectIndex of Retained Strengthen_US
dc.subjectKuat Tarik Tidak Langsungen_US
dc.subjectPermeabilitasen_US
dc.subjectCantabro Testen_US
dc.subjectAsphalt Flow Downen_US
dc.subjectKaret Murnien_US
dc.subjectLateksen_US
dc.titleKinerja Campuran Aspal Porus dengan Menggunakan Bahan Tambah Polymer Elastomer (Karet Murni) Ditinjau dari Kuat Tarik Tidak Langsung, Marshall, dan Permeabilitasen_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM12511076


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record