| dc.description.abstract | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial
terhadap resiliensi pada mahasiswa rantau. Mahasiswa rantau menghadapi berbagai
tantangan psikologis, seperti tuntutan akademik, proses adaptasi lingkungan, serta
keterpisahan dari keluarga, yang dapat memengaruhi kemampuan mereka untuk
bertahan dan bangkit dari tekanan. Pendekatan kuantitatif dengan desain
korelasional digunakan dalam penelitian ini. Partisipan penelitian berjumlah 200
mahasiswa rantau di Yogyakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala dukungan sosial berdasarkan
teori Cohen dan Hoberman serta skala resiliensi berdasarkan teori Reivich dan
Shatte. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Pearson setelah memenuhi
asumsi normalitas dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan
positif dan signifikan antara dukungan sosial dan resiliensi pada mahasiswa rantau.
Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang menerima dukungan sosial lebih
tinggi cenderung memiliki kemampuan resiliensi yang lebih baik dalam
menghadapi tekanan akademik dan psikologis. Dukungan sosial berperan sebagai
sumber daya eksternal yang membantu mahasiswa rantau beradaptasi secara lebih
efektif di lingkungan baru. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa penguatan
dukungan sosial dari keluarga, teman, dan lingkungan kampus penting untuk
meningkatkan ketahanan psikologis mahasiswa rantau. | en_US |