| dc.description.abstract | Fenomena burnout akademik pada mahasiswa keperawatan menjadi perhatian
serius karena berkaitan dengan tekanan psikologis, penurunan motivasi, dan
kesejahteraan yang rendah. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara
dukungan sosial dan burnout akademik serta mengidentifikasi sumber dukungan
sosial yang paling berkontribusi dalam menurunkan burnout. Partisipan berjumlah
259 mahasiswa keperawatan aktif di kampus pengembangan Universitas X Kota
Cirebon (84,9% perempuan; mayoritas usia 20 tahun). Penelitian menggunakan
desain kuantitatif korelasional dengan instrumen Academic Burnout Scale dari Jan
dan Parveen (2024) dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support dari
Zimet et al. (1988). Hasil menunjukkan hubungan negatif signifikan antara
dukungan sosial dan burnout akademik (r = –0.372, p < 0.001), yang menguat
setelah mengontrol social desirability (r = –0.398, p < 0.001). Analisis regresi
stepwise mengungkapkan bahwa dukungan keluarga merupakan prediktor
signifikan dengan kontribusi 19,9% (R2 = 0.199, p < 0.001), dan meningkat
menjadi 26,5% pada mahasiswa perempuan. Uji perbedaan kelompok ekstrem
juga menunjukkan ukuran efek besar pada seluruh indikator dukungan keluarga.
Temuan ini menegaskan bahwa dukungan keluarga berperan protektif dalam
memitigasi burnout akademik, sehingga pelibatan keluarga penting dalam sistem
dukungan pendidikan mahasiswa keperawatan. | en_US |