| dc.description.abstract | Konflik bersenjata antara Rusia dan Ukraina yang kembali memanas pada
tahun 2022 telah menimbulkan dampak multidimensional bagi stabilitas global,
termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Situasi ini mendorong Indonesia,
sebagai negara yang mengedepankan politik luar negeri bebas aktif, untuk
mengambil langkah diplomasi guna mendorong terciptanya perdamaian. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis upaya diplomasi Indonesia melalui pendekatan
middle power dalam penyelesaian konflik Rusia–Ukraina pada periode 2022–2023.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan data sekunder
yang diperoleh dari jurnal akademik, laporan resmi pemerintah, pemberitaan, serta
literatur diplomasi internasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia,
melalui kunjungan Presiden Joko Widodo ke Kyiv dan Moskow, berupaya
memfasilitasi komunikasi, mendorong dialog damai, serta mengatasi persoalan
kemanusiaan dan krisis pangan global. Namun implementasi middle power
Indonesia menghadapi sejumlah keterbatasan, seperti kompleksitas geopolitik,
absennya kesiapan politik dari pihak yang bertikai, serta tekanan internasional
terhadap posisi netral Indonesia. | en_US |