| dc.description.abstract | Perkembangan sistem kerja berbasis digital dan tuntutan pelayanan publik yang tinggi di
PDAM Tirta Indra berpotensi meningkatkan beban kerja mental karyawan, yang ditandai
dengan tingginya tingkat indisipliner seperti keterlambatan dan ketidakhadiran.
Fenomena ini mengindikasikan adanya permasalahan pada keseimbangan kehidupan
kerja dan kedisiplinan yang dapat menghambat produktivitas perusahaan. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Work-Life Balance dan disiplin
kerja terhadap kinerja karyawan, serta mengukur tingkat beban kerja mental
menggunakan metode Rating Scale Mental Effort (RSME) . Penelitian ini menggunakan
metode kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 65 karyawan kantor utama
PDAM Tirta Indra sebagai responden. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran
kuesioner dan observasi langsung, yang kemudian dianalisis menggunakan regresi linear
berganda serta uji hipotesis dengan bantuan perangkat lunak SPSS . Hasil penelitian
menunjukkan bahwa secara parsial maupun simultan, Work-Life Balance dan disiplin
kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan, dengan kontribusi
pengaruh sebesar 57,0% . Work-Life Balance ditemukan sebagai faktor yang lebih
dominan memengaruhi kinerja dibandingkan disiplin kerja. Selain itu, pengukuran RSME
mengungkapkan bahwa Bagian Keuangan memiliki beban kerja mental tertinggi dengan
skor 97,08 yang masuk dalam kategori usaha besar, akibat tingginya tuntutan akurasi
pekerjaan. Kesimpulannya, peningkatan kinerja yang optimal dan berkelanjutan
memerlukan sinergi antara pemenuhan keseimbangan hidup yang sehat serta penegakan
disiplin kerja yang konsisten guna meminimalisir beban mental karyawan. | en_US |