Analisis Pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) di Puskesmas Prambanan Kabupaten Sleman
Abstract
Latar Belakang: Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan nasional
yang bertujuan menata pelayanan kesehatan primer melalui pendekatan siklus
hidup dan penguatan keterpaduan layanan di Puskesmas beserta jejaringnya.
Implementasi ILP tidak hanya menuntut penyesuaian struktur organisasi, tetapi
juga kesiapan sumber daya, sarana pendukung, serta koordinasi lintas sektor
agar integrasi layanan dapat berjalan efektif.
Tujuan Penelitian: Mengetahui pelaksanaan Integrasi Layanan Primer (ILP) di
Puskesmas Prambanan Kabupaten Sleman.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan
pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Informan dipilih secara purposive
yang terdiri dari kepala puskesmas, tenaga kesehatan, dan kader kesehatan.
Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan metode.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ILP di Puskesmas Prambanan telah
dilaksanakan melalui penataan layanan ke dalam klaster, penguatan layanan
luar gedung melalui Pustu dan kegiatan berbasis masyarakat, serta kolaborasi
lintas sektor dengan pemerintah desa. Implementasi ILP berdampak positif pada
kemudahan akses layanan, keteraturan pelayanan, dan penerimaan masyarakat.
Namun, pelaksanaan ILP masih menghadapi keterbatasan sumber daya
manusia, tingginya beban kerja kader, kondisi sarana dan peralatan Pustu yang
belum memadai, serta pendanaan yang belum sepenuhnya menyesuaikan
dengan perluasan sasaran layanan. Implementasi ILP lebih menonjol sebagai
penataan manajerial dan koordinatif dibandingkan perubahan substantif pada
alur klinis pelayanan.
Simpulan: Pelaksanaan ILP di Puskesmas Prambanan telah berjalan dan
memberikan manfaat awal bagi pelayanan kesehatan primer, terutama dalam
peningkatan akses dan keteraturan layanan. Namun, keberlanjutan dan
optimalisasi ILP masih memerlukan penguatan kapasitas sumber daya, sarana
pendukung, dan penyesuaian pendanaan agar integrasi layanan tidak hanya
bersifat struktural, tetapi juga berdampak substantif.
Collections
- Medical Education [2922]
