| dc.description.abstract | Peningkatan biaya konstruksi yang dipicu oleh fluktuasi harga material dan inefisiensi
metode pelaksanaan menjadi tantangan utama dalam penyediaan hunian berkualitas yang tetap
terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi item pekerjaan yang memiliki potensi
efisiensi biaya, menentukan alternatif material terbaik, serta menganalisis besaran penghematan
melalui penerapan metode Value Engineering (VE) pada proyek Perumahan Royal Sindang Heula,
khususnya untuk unit rumah Tipe 36.
Metodologi penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan mengikuti tahapan Value
Engineering Job Plan yang meliputi tahap informasi, kreatif, evaluasi, pengembangan, dan
rekomendasi. Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Pareto untuk mengidentifikasi pekerjaan
berbiaya tinggi serta Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk mengevaluasi alternatif material
berdasarkan kriteria yang sudah ditetapkan.
Hasil analisis Pareto menunjukkan bahwa pekerjaan pasangan dinding dan plesteran
merupakan komponen dengan proporsi biaya terbesar yang paling potensial untuk dioptimalkan.
Melalui evaluasi AHP, terpilih bata ringan sebagai alternatif pengganti bata merah karena dinilai
lebih unggul dalam memenuhi fungsi dasar dan sekunder secara efisien. Penerapan Value
Engineering ini berhasil menurunkan rencana anggaran biaya (RAB) awal dari Rp220.566.113,26
menjadi Rp187.921.681,03. Hasil penelitian menunjukkan adanya penghematan biaya yang
signifikan yaitu 14,18% dari total RAB tanpa mengurangi fungsi, mutu, maupun integritas struktur
bangunan. | en_US |