Potensi Ekstrak Enzim Kasar oleh Jamur Pelapuk Putih dengan Substrat Limbah Pertanian Sekam Padi
Abstract
Enzim lakase merupakan enzim ligninolitik yang dihasilkan oleh jamur pelapuk
putih dan memiliki kemampuan mengoksidasi senyawa aromatik kompleks,
sehingga berpotensi dimanfaatkan dalam proses bioremediasi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui aktivitas ekstrak enzim lakase yang dihasilkan oleh
jamur pelapuk putih serta respons awal aplikasinya terhadap tanah tercemar Total
Petroleum Hydrocarbon (TPH). Jamur pelapuk putih difermentasi pada media sekam
padi yang diperkaya Potato Dextrose Broth (PDB) selama 14 hari pada suhu 30 °C
dan kecepatan pengadukan 50 rpm. Aktivitas enzim lakase diukur menggunakan
metode spektrofotometri dengan substrat ABTS pada beberapa waktu inkubasi. Data
diperoleh melalui pengukuran aktivitas enzim (U/L) dan dianalisis secara deskriptif
serta menggunakan uji statistik non-parametrik Chi-Square. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa aktivitas enzim pada perlakuan jamur cenderung lebih tinggi
dibandingkan kontrol pada seluruh waktu pengamatan, dengan peningkatan aktivitas
pada waktu inkubasi menengah hingga akhir. Namun, secara statistik perbedaan
tersebut tidak signifikan. Ekstrak enzim lakase yang dihasilkan kemudian
diaplikasikan pada tanah tercemar TPH dengan waktu inkubasi 3 jam, dan perubahan
karakteristik hidrokarbon dianalisis menggunakan metode gravimetri. Analisis data
dilakukan secara deskriptif dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
jamur pelapuk putih mampu menghasilkan ekstrak enzim lakase dengan aktivitas
yang meningkat seiring bertambahnya waktu inkubasi. Aplikasi ekstrak enzim
lakase menunjukkan adanya respons awal terhadap senyawa hidrokarbon, meskipun
belum menunjukkan penurunan kadar TPH secara optimal dalam waktu inkubasi
yang singkat. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak enzim lakase berpotensi
dikembangkan lebih lanjut sebagai agen bioremediasi berbasis enzim.
Collections
- Environmental Engineering [1834]
