Implementasi Tanggung Jawab Penyewa Kendaraan Mobil Terhadap Kerugian Pihak Rental Akibat Pelanggaran Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) (Studi Kasus di Kota Kendari dalam Perspektif Hukum Islam)
Abstract
Penerapan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) sebagai sistem penegakan
hukum lalu lintas berbasis teknologi menimbulkan persoalan hukum baru,
khususnya dalam praktik sewa-menyewa kendaraan mobil. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis pelaksanaan tanggung jawab hukum penyewa kendaraan mobil
terhadap kerugian pihak rental akibat pelanggaran ETLE di Kota Kendari, serta
meninjau konsep pertanggungjawaban tersebut dalam perspektif hukum islam.
Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris dengan pendekatan yuridis dan
kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak rental dan pihak terkait,
serta didukung oleh studi kepustakaan terhadap peraturan perundang-undangan dan
literatur fikih muamalah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam praktiknya tanggung jawab penyewa
atas pelanggaran ETLE belum diatur secara tegas dalam kesepakatan formal sewa-
menyewa, sehingga pihak rental sering menerima surat peringatan terlebih dahulu.
Walaupun demikian, tanggung jawab atas pelanggaran ETLE di Kota Kendari
dilaksanakan secara efektif dengan penyewa menanggung sanksi beban
administratif atas pelanggaran lalu lintas yang dilakukan. Dalam hukum positif,
penyewa sebagai pengemudi merupakan pihak yang bertanggung jawab atas
pelanggaran lalu lintas yang dilakukannya. Dalam perspektif hukum Islam,
tanggung jawab tersebut sejalan dengan prinsip ijarah, ḍamān, dan amanah dalam
penggunaan barang sewaan. Oleh karena itu, tanggung jawab penyewa terhadap
kerugian pihak rental akibat pelanggaran ETLE merupakan kewajiban hukum dan
moral yang sejalan dengan prinsip keadilan dan tanggung jawab dalam hukum
pidana islam.
Collections
- Islamic Law [941]
