Analisis Perbandingan Efisiensi Waktu, Biaya, dan Sumber Daya Manusia Antara Metode Building Information Modelling (BIM) dan Konvensional pada Tahap Perencanaan Konstruksi (Studi Kasus: Perencanaan Gedung 7 Lantai)
Abstract
Industri konstruksi menghadapi tantangan efisiensi dalam perencanaan proyek, terutama
terkait waktu, biaya, dan sumber daya manusia. Metode konvensional yang masih banyak digunakan
cenderung memakan waktu lebih lama dan melibatkan proses manual yang kompleks. Sebagai
solusi, teknologi Building Information Modeling (BIM) hadir dengan pendekatan digital yang
terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efisiensi antara metode konvensional
dan metode BIM dalam tahap perencanaan proyek konstruksi gedung 7 lantai yang berlokasi di kota
Yogyakarta.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui data
perencanaan, perhitungan, wawancara, dan perbandingan efisiensi perencanaan proyek bangunan 7
lantai. Pada penelitian faktor perbandingan meliputi efisiensi waktu, biaya dan sumber daya
manusia. Perbandingan ini mengacu pada Surat Edaran Direktur Jenderal Bina Konstruksi No. 68
Tahun 2025, Keputusan Wali Kota Yogyakarta Nomor 270 Tahun 2024 dan Keputusan Menteri
Pekerjaan Umum Nomor 33/KPTS/M/2025.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM memberikan efisiensi waktu sebesar 50%,
dengan durasi perencanaan hanya 6 bulan dibandingkan 12 bulan pada metode konvensional. Pada
sisi biaya, BIM menghasilkan penghematan sebesar 69,9%, yaitu RP 592.945.337 dibandingkan Rp
1.972.095.323 pada metode konvensional. Efisiensi sumber daya manusia juga tercatat sebesar 50%,
menunjukkan bahwa BIM mampu menyederhanakan kebutuhan tenaga kerja tanpa mengurangi
kualitas hasil. Temuan ini menunjukkan bahwa BIM dapat menjadi alternatif strategis dalam
meningkatkan efektivitas perencanaan proyek konstruksi. Penelitian ini
Collections
- Civil Engineering [4889]
