Show simple item record

dc.contributor.authorMaharani, Dhicha Putri
dc.date.accessioned2026-05-22T06:25:18Z
dc.date.available2026-05-22T06:25:18Z
dc.date.issued2015
dc.identifier.urihttps://dspace.uii.ac.id/123456789/62814
dc.description.abstractGeopark Nasional Gunungsewu yang terletak di pesisir selatan Kabupaten Gunungkidul telah ditetapkan sebagai kawasan ekogeowisata karst dalam rencana tata ruang wilayah Gunungkidul tahun 2010-2030. Penetapan kawasan menjadi ekogeowisata (wisata disertai konservasi kekayaan geologi) dapat memberikan edukasi bagi wisatawan serta peningkatan ekonomi bagi masyarakat lokal dengan meminimalkan kerusakan lingkungan. Hal tersebut sesuai dengan 3 tujuan utama penetapan geopark antara lain konservasi, edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu akomodasi yang dibutuhkan untuk menunjang wisata dan sesuai dengan 3 tujuan tersebut adalah penginapan ramah lingkungan berupa pondok wisata. Ramah lingkungan menjadi salah satu hal penting mengingat tingginya kerusakan lingkungan di kawasan pesisir Gunungkidul setelah dibuka menjadi destinasi wisata massal. Pondok wisata dalam proyek akhir sarjana ini berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul, DIY, Indonesia dengan Pantai Siung sebagai primadona wisatanya, pantai yang sudah populer memiliki 250 titik panjat tebing tingkay Internasional. Kawasan tersebut kaya akan keberagaman goa serta tebing dan masuk ke dalam masterplan “Safari Rural Karst (SRK)”, masterplan pengembangan kawasan dengan konsep konservasi disertai pariwisata minat khusus dengan bersafari di derah karst. Kawasan wisata minat khusus tersebut mulai mengalami krisis identitas arsitektural lokal. Sejak tahun 1980, waktu masuknya teknik membangun dengan cor beton, masyarakat menjadi beralih membuat rumah menggunakan beton. Kekayaan arsitektur vernakular Purwodadi mulai ditinggalkan sehingga masyarakat perlu disadarkan kembali akan kekayaan kebudayaan pada bangunannya. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah sintesis tentang kompilasi data yang didapatkan dari proses wawancara, observasi, pencarian literatur, dan studi kasus. Sintesis tersebut untuk mengidentifikasi tapak, kebutuhan pelaku, estimasi kegiatan, serta arsitektur lokal Purwodadi. Arsitektur lokal Purwodadi diterapkan dalam setiap elemen dalam kawasan pondok wisata antara lain pada bentuk bangunan, sistem tata ruang, sistem konstruksi, serta lansekap kawasan. Penerapan 3 zona yang terdiri dari zona homestay vertikal (berupa rumah pohon yang mengadaptasi joglo macan angop), zona homestay horisontal (mengadaptasi limasan macan angop), serta zona agrotourism berdasarkan observasi pada kebiasaan masyarakat daerah karst yang memanfaatkan lahannya untuk persawahan serta hutan rakyat. Pemilihan vegetasi lokal dalam perancangan lansekap kawasan menjadi salah satu konsep dengan tujuan sebagai media edukasi wisatawan, media promosi kekayaan alam Purwodadi dan penyediaan bahan baku untuk perawatan bangunan. Target wisatawan minat khusus, wisatawan yang menekankan pada pengkayaan pengalaman, diterapkan pada konsep penyediaan tempat tidur, area berkumpul dan tempat makan berdasarkan hasil analisa tentang kebiasaan backpacker, flashpacker serta pelajar.en_US
dc.publisherUniversitas Islam Indonesiaen_US
dc.subjectGeopark,en_US
dc.subjectPondok Wisata,en_US
dc.subjectLokal,en_US
dc.subjectMinat Khusus,en_US
dc.subjectKarst.en_US
dc.titlePondok Wisata di Geopark Gunungsewu: Pendekatan Arsitektur Lokal Purwodadi, Gunungkidul (Homestay in Gunungsewu Geopark: Local Architecture of Purwodadi Approach)en_US
dc.typeThesisen_US
dc.Identifier.NIM10512207


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record