• Login
    View Item 
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    •   DSpace Home
    • Students & Alumnae
    • Undergraduate Thesis
    • Faculty of Islamic Studies
    • Islamic Law
    • View Item
    JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

    Perubahan Paradigma Penanganan Anak yang melakukan Pelanggaran Hukum Studi Kasus: di Lembaga Pelayanan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat di Tonggalan, Klaten

    Thumbnail
    View/Open
    21421088.pdf (4.864Mb)
    Date
    2026
    Author
    Ramadhan, Muhammad Faiz
    Metadata
    Show full item record
    Abstract
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perubahan paradigma penanganan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) yang semula didominasi oleh pemerintah, kini beralih menjadi berbasis masyarakat. Kementerian Sosial melalui Program Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Anak Berhadapan dengan Hukum Berbasis Masyarakat (PRSABH-BM) Sanggar Pengayoman, mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam memecahkan masalah sosial anak. Penelitian ini bertujuan Mengetahui dan mendeskripsikan perubahan paradigma penanganan anak melanggar hukum di Kelurahan Tonggalan, Kabupaten Klaten dan Menganalisis apa saja faktor-faktor yang melatarbelakangi perubahan paradigma tersebut, serta tinjauannya berdasarkan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Undang- Undang No. 11 Tahun 2009 Tentang Kesejahteraan Sosial, dan Prespektif Hukum Islam (Uqubah, Inzar, dan Ta’dib). Jenis penelitian ini dengan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan paradigma penanganan anak di Kelurahan Tonggalan didorong oleh kesadaran kolektif masyarakat akan kedudukan anak sebagai aset utama bangsa, sehingga pendekatan hukum bergeser dari retributif menuju rehabilitatif. Dalam Perspektif Hukum Islam, transformasi ini mencerminkan rekonstruksi konsep ’uqubah menjadi instrumen edukasi, di mana sanksi diposisikan sebagai inzar (peringatan) yang bersifat preventif dan bermuara pada proses ta’dib (pembentukan karakter) guna memulihkan keberfungsian sosial anak tanpa meninggalkan dampak psikologis yang destruktif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model penanganan anak di Lembaga Sanggar Pengayoman telah berhasil mensinkronkan tujuan hukum nasional dengan nilai-nilai Maqashid Syariah dalam menjaga kemaslahatan generasi muda. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya penguatan peran lembaga sosial berbasis masyarakat sebagai alternatif strategis dalam merehabilitasi moral dan adab anak secara inklusif, sekaligus meminimalisir stigmatisasi negatif yang sering muncul dalam sistem peradilan pidana formal.
    URI
    dspace.uii.ac.id/123456789/62798
    Collections
    • Islamic Law [939]

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV
     

     

    Browse

    All of DSpaceCommunities & CollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

    My Account

    LoginRegister

    DSpace software copyright © 2002-2015  DuraSpace
    Contact Us | Send Feedback
    Theme by 
    @mire NV