Perubahan Imunitas Pada Saluran Cerna Akibat Intermittent Fasting: Sebuah Studi Scoping Review
Abstract
Latar Belakang: Intermittent fasting (IF) adalah metode pola makan yang
mengatur periode antara puasa dan makan secara bergantian, yang diketahui
memiliki berbagai manfaat metabolik. Namun, pengaruh IF terhadap sistem imun
saluran cerna masih menunjukkan hasil yang tidak konsisten dan bervariasi.
Metode: Studi ini dilakkan dengan menggunakan pendekatan scoping review
berdasarkan pedoman PRISMA-ScR. Pencarian literatur dilakukan pada mesin
pencarian ProQuest, Scopus, PubMed, SpringerLink, dan ScienceDirect untuk
artikel yang dipublikasikan dalam rentang tahun 2016 hingga 2025.
Hasil: Sebanyak 14 artikel dimasukkan dalam sintesis hasil. Hasil menunjukkan
bahwa intermittent fasting dapat memengaruhi berbagai parameter imunitas di
bagian-bagian saluran cerna, yaitu barier biologi (mikrobiota), barier kimia (lapisan
mukus), barier fisik (epitel, protein adesi, permebilitas intestinal), dan lamina
propria (inflamasi, sel imun, bakteri patogen). Hasil didapatkan bahwa IF dapat
memperbaiki keadaan imunitas saluran cerna pada model kelompok hewan tikus
yang sakit jika dibandingkan dengan kelompok yang diberi makan ad libitum (AL),
IF tidak memiliki pengaruh pada kelompok tikus yang menjalani IF dibandingkan
dengan yang diberi makan AL, dan adanya perbaikan pada kelompok manusia
sesudah puasa dibandingkan sebelum berpuasa.
Simpulan: Intermittent fasting memiliki potensi untuk memodulasi sistem imun
saluran cerna dalam berbagai bagian sistem tersebut. Namun, perbedaan hasil
antar studi menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menentukan pola IF
yang optimal dan aman sebagai intervensi pendukung dalam kesehatan saluran
cerna.
Collections
- Medical Education [2934]
