Analisis Pengaruh Variasi Warna Terhadap Kelayakan Mutu Kain Poliester Signatory Berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI 56:2017)
Abstract
Industri tekstil dan produk tekstil di Indonesia dituntut untuk menghasilkan
kain yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi standar mutu
nasional, khususnya untuk kebutuhan kain setelan dan seragam. Salah satu kain
yang banyak digunakan adalah kain poliester Signatory dengan variasi warna yang
beragam. Namun, variasi warna yang dihasilkan melalui proses pewarnaan diduga
dapat mempengaruhi sifat mekanik kain, sehingga berpotensi mempengaruhi
kelayakan mutu berdasarkan standar yang berlaku.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi warna terhadap
kelayakan mutu kain poliester Signatory berdasarkan Standar Nasional Indonesia
(SNI 56:2017). Variasi warna yang diteliti meliputi warna muda, medium, dan tua.
Parameter mutu yang diuji meliputi kekuatan tarik, kekuatan sobek, dan ketahanan
pilling. Seluruh pengujian dilakukan sesuai metode uji standar SNI yang relevan
dan dilaksanakan di laboratorium pengujian tekstil terakreditasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi warna kain poliester
Signatory memiliki nilai kekuatan tarik dan kekuatan sobek yang berada jauh di
atas persyaratan minimum SNI 56:2017. Nilai kekuatan tarik tertinggi pada arah
lusi diperoleh pada warna medium sebesar 509,6 N, sedangkan pada arah pakan
tertinggi diperoleh pada warna tua sebesar 512,54 N. Nilai kekuatan sobek tertinggi
juga ditunjukkan oleh warna tua dengan nilai 59,00 N pada arah lusi dan 60,12 N
pada arah pakan. Untuk ketahanan pilling, variasi warna medium dan tua
memperoleh nilai skala 3, sedangkan warna muda berada pada kisaran 2–3. Secara
umum, variasi warna tidak menyebabkan penurunan mutu kain di bawah batas
kelayakan SNI 56:2017, meskipun warna muda menunjukkan kecenderungan
pilling yang lebih rendah dibandingkan warna lainnya.
Collections
- Textile Engineering [22]
