| dc.description.abstract | Latar belakang : Keberhasilan pembangunan bangsa dipengaruhi sumber daya manusia yang ada, yang dinilai dengan Human Development Index (HDI), yaitu penilaian berdasar aspek pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Kekurangan gizi pada anak dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan, sehingga akan mengakibatkan penurunan performa pendidikan. Tujuan : Mengetahui hubungan status gizi (berdasar IMT/U) dan determinannya terhadap prestasi belajar siswa / siswi kelas IV dan V di SD Negeri Ungaran Yogyakarta. Determinannya adalah : jenis kelamin, pendidikan orang tua, pekerjaan orang tua, dan penyakit kronis yang diderita. Metode : Penelitian ini adalah penelitian observasional jenis deskriptif analitik dengan rancangan potong lintang. Pengambilan sampel dengan teknik stratified random sampling. Prestasi belajar dinilai berdasar total nilai rapor yang masuk dalam ujian nasional, yaitu Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Matematika. Hasil dan Pembahasan : Diperoleh sampel sebanyak 29 siswa, 37,9 % laki-laki dan 62,1 % perempuan. Rerata prestasi belajar 23,95, median 26, nilai terendah 13,6, dan nilai tertinggi 29. Pada analisis dengan uji Kruskall-Wallis, jenis kelamin, kelainan refraksi, dan kebiasaan sarapan memiliki hubungan terhadap prestasi belajar, dengan nilai p<0,05. Sementara variabel lainnya memiliki nilai p>0,05. Pada analisis dengan uji regresi linear berganda, diketahui bahwa ketiga variabel tersebut memiliki kontribusi terhadap prestasi belajar sebesar 46,5 %, dengan keeratan hubungan sebesar 68,2 %. Simpulan : Status gizi tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap prestasi belajar pada siswa / siswi SD Negeri Ungaran Yogyakarta. | en_US |